
Mahasiswa Bakar Replika Keranda Mayat
Kamis, 15 Maret 2012 21:48 WIB

Dalam aksinya, Kamis, massa membakar replika keranda mayat sebagai simbol matinya nurani pemerintah atas penderitaan rakyat atas rencana kenaikan BBM.
"Kami menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM karena dinilai akan menyengsarakan rakyat yang sudah terlanjur susah. Pemerintah diminta mengkaji ulang kebijakan tersebut," kata Umar mahasiswa 45 Makassar dalam orasinya.
Bahkan Organisasi Eksternal Kamus seperti Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMD), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar, Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Makassar dan lainnya juga melakukan aksi serupa.
Ruas jalan yang menghubungkan jalan Urip Sumoharjo dan Andi Pangeran Pettararani menjadi macet lantaran mahasiswa melakukan pembakaran replika keranda mayat, ban bekas dan kertas AO bertuliskan sindiran atas kebijakan tersebut.
Sebelumnya, alasan pemerintah rencana menaikkan harga BBM dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 untuk penyelamatan ekonomi indonesia. (T.KR-DF/Y008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
