Logo Header Antaranews Makassar

RT di Ambon Data Anjing untuk Divaksin

Kamis, 22 Maret 2012 13:41 WIB
Image Print

Ambon (ANTARA News) - Para ketua rukun tetangga di Kota Ambon, Maluku, mendata jumlah anjing peliharaan untuk divaksin pada pekan kedua April 2012 guna mengantisipasi penyebaran penyakit rabies.

Ketua RT01/RW01 desa Passo, kecamatan Baguala, Kota Ambon, Hengky Tuanubun di Ambon, Kamis, mengatakan, pendataan anjing dilakukan berdasarkan arahan dari kepala desa setempat Marthen Sarimanella untuk divaksin menjelang perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXIV tingkat nasional pada Juni 2012.

"Jadi anjing para warga didata, selanjutnya dilaporkan ke kantor desa Passo guna diteruskan ke Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Pemkot Ambon untuk dilaksanakan vaksinasi secara bersamaan pada pekan kedua April 2012," ujarnya.

Kades Passo Marthen Sarimanella menyatakan, pendataan yang dilakukan 63 Ketua RT di 13 RW telah dilakukan sejak Februari 2012.

Pendataan tersebut menindaklanjuti pertemuan 50 kepala desa dan lurah di kota Ambon dengan Sekretaris kota setempat, Tonny Latuheru, Kadis Pertanian, Peternakan dan Kehutanan Pemkot setempat, John Tupan dan Kadis Pertanian Maluku, Syuryadi Sabirin pada pekan pertama Maret 2012.

"Jumlah anjing di desa Passo tergolong tinggi dan sering juga terjadi kasus gigitan sehingga dipriortaskan untuk kegiatan vaksinasi nanti," tandas Sarimanella.

Sebelumnya Kadis Pertanian Maluku, Syuryadi Sabirin menyatakan, siap mengantisipasi penularan penyakit rabies menjelang penyelengaraan MTQ ke - XXIV tingkat nasional yang dijadwalkan di Ambon pada 9 - 19 Juni 2012.

Langkah ini dilaksanakan karena mempertimbangkan angka kasus gigitan anjing di Ambon dan sejumlah daerah sekitarnya semakin meningkat pada 2010 maupun 2011.

Sasaran antisipasi gigitan anjing dengan melakukan vaksinasi itu di kota maupun pulau Ambon, pulau Haruku, pulau Saparua dan pulau Nusalaut, kabupaten Maluku Tengah.

Pertimbangannya daerah tersebut merupakan endemis penyakit rabies.

"Maluku saat ini termasuk salah satu daerah endemis penularan penyakit rabies sehingga harus dilaksanakan berbagai upaya antisipasi agar terjamin keselamatan para kafilah MTQ yang ke Ambon maupun warga setempat," kata Syuryadi.

Penyakit rabies pertama kali ditemukan di Kota Ambon ketika terjadi kasus gigitan anjing pertama kali dilaporkan oleh Puskesmas Lateri, kecamatan Baguala dan Urimesing, kecamatan Nusaniwe pada 28 Agustus 2008.

Daerah lainnya di Maluku yang tertular penyakit rabies adalah Maluku Tengah, Buru, Buru Selatan, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat dan terakhir Maluku Barat Daya dengan 17 kasus gigitan anjing pada Januari 2012 yang satu korbannya meninggal. (T.L005/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026