Logo Header Antaranews Makassar

80 Persen Pasar Wisatawan Berasal dari Eropa

Kamis, 29 Maret 2012 21:51 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sulawesi Selatan menyatakan 80 persen pangsa pasar wisatawan mancanegara ke provinisi itu berasal dari kawasan Eropa.

"80 persen pasar kami itu berasal dari Eropa, apalagi baru-baru ini kami sukses melaksanakan pertemuan dengan perwakilan agen perjalanan serta duta besar dari negara Eropa," ujar Didi Leonardo Manaba di Makassar, Kamis.

Pertemuan Asean Europe Meeting (ASEM) Dialogue Towards Green Economy Cooperation yang diselenggarakan di Makassar, Sulawesi Selatan pada Selasa, (27/3) itu berjalan lancar, meskipun aksi unjuk rasa juga digelar hampir di seluruh kampus.

Ia menyatakan dari pertemuan yang diikuti oleh perwakilan dari 13 negara yakni China, Singapura, Vietnam, Korea, Laos, Denmark, Swedia, Prancis, Thailand, India, Filipina, Belanda dan Jerman sepakat melakukan kerja sama dibidang politik-keamanan, ekonomi-perdagangan serta sosial budaya.

Kerja sama antarkedua kawasan ini memiliki arti yang sangat strategis. Apabila potensi keduanya digabungkan maka akan menjadi kekuatan yang besar baik bidang ekonomi, politik serta sosial budaya yang juga turut berperan dalam menentukan stabilitas dan keamanan internasional.

"Sulsel dipilih menjadi tuan rumah karena menjadi salah satu dari tujuh provinsi yang meraih "regional champion" bidang investasi di Indonesia. Kesempatan ini tidak boleh kita lewatkan untuk tetap mempromosikan potensi wisata Sulsel," katanya.

Selain itu, dikatakannya, pemberitaan media terhadap aksi unjuk rasa mahasiswa terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat perhatian dari agen-agen perjalanan wisata.

Namun hingga saat ini, dampak dari unjuk rasa itu belum berimbas pada kunjungan perjalanan wisata baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Beberapa agen perjalanan wisata hingga saat ini juga belum ada yang melaporkan pembatalan kunjungan wisata oleh para wisatawan.

"Sekarang ini masih belum memasuki musim kunjungan atau biasa dikenal dengan 'low season' tetapi jumlah wisatawan yang berkunjung sudah lumayan cukup banyak karena jumlahnya sudah ratusan," ucapnya.

Menurutnya, untuk Januari hingga Maret ini, jumlah pertumbuhan pengunjung sudah mengalami peningkatan sekitar 20 persen dari periode di tahun yang sama dan dirinya berharap peningkatan itu terus bertambah hingga akhir tahun 2012 ini. (T.KR-MH/Z003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026