
Kementan pastikan pasokan dan harga bahan pangan di Sulbar aman jelang Lebaran

Mamuju (ANTARA) - Kementerian Pertanian memastikan pasokan dan harga 12 sembako selama Ramadan dan Idul Fitri di Provinsi Sulawesi Barat aman.
“Ada dua pasar yang banyak dikunjungi masyarakat di Sulbar sebagai lokasi pemantauan 12 bahan pangan,” kata Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hewan, Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Wisnu Wasisa Putra, di Selasa Mamuju.
Dua pasar di Sulbar yang menjadi lokasi pemantauan tim Kementerian Pertanian, yakni Pasar Banggae Kabupaten Majene dan Pasar Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah.
Tim tersebut terdiri dari Kementerian yaitu Kepala Balai Karantina Hewan dan Keamanan Hewan Barantan Wisnu Wasisa Putra selaku Penanggung Jawab Pengendalian dan Pemantauan Ketersediaan dan Harga Bahan Pangan Pokok Sulbar dan Kepala Karantina Pertanian Mamuju Agus Karyono.
Tim tersebut juga didampingi Satgas Pangan DKP Sulbar dan instansi terkait lainnya, baik di tingkat provinsi maupun di Kota Mamuju.
“Pemantauan itu untuk memastikan ketersediaan bahan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri,” kata Wisnu Wasisa Putra.
"Baik harga dan ketersediaan masih terkendali," tambahnya.
Menurut Wisnu Wasisa Putra, dari hasil laporan yang diterimanya, diketahui ketersediaan dan harga bahan pangan utama seperti beras, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai keriting, cabai hijau, daging sapi, ayam, dan aneka sayuran masih dalam kondisi aman.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian Bambang mengatakan, bersama empat jajaran pertama di lingkungan Mabes Barantan dan seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian di Pulau Sulawesi, terjun langsung ke lapangan dan menguasai ketersediaan dan harga 12 bahan pangan pokok.
“Selain menjamin ketersediaan bahan pangan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri sesuai dengan tugas pokoknya, jajaran Barantan juga menjamin kesehatan dan keamanan serta kelancaran distribusi bahan pangan,” kata Bambang.
“Sesuai arahan Menteri, kami di Barantan hingga libur lebaran akan mengontrol 12 sembako di Sulawesi setiap minggunya,” imbuhnya.
Melalui pemantauan akan diperoleh data, sehingga bila diperlukan tindakan intervensi dalam pendistribusian suatu komoditas dari daerah surplus ke daerah defisit dapat dilakukan.
“Tersedianya pangan dan stabilitas harga 12 bahan pokok merupakan tujuan akhir dari program ini dan dilakukan di 34 provinsi lainnya yang dipantau langsung oleh Kementerian,” kata Bambang yang juga penanggung jawab Stabilisasi Pangan Sulawesi Wilayah.
Pewarta : Amirullah
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
