Logo Header Antaranews Makassar

IPeKB Bakti Sosial di Daerah Terpencil

Kamis, 19 April 2012 04:23 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, melakukan bakti sosial di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan (Galcitas).

Kegiatan dalam bentuk pelayanan KB dan kesehatan massal yang dipusatkan di Kampung Batu Tiroa, Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng tersebut untuk mengatasi masalah kependudukan, baik kualitas maupun kuantitasnya.

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan A Abd Karim Bagada di Bantaeng, Rabu, mengatakan, kegiatan semacam ini dilakukan untuk dapat menekan laju pertumbuhan penduduk, khususnya di daerah terpencil.

Ia juga mengatakan, masalah penduduk ini merupakan salah satu program pembangunan yang dicanangkan Bupati Bantaeng dalam bentuk Program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KB).

Ketua IPeKB Anas Kaharuddin mengatakan, kegiatan ini terselenggara bekerjasama Tim Penggerak PKK, Badan KB dan PP, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Dinas Kesehatan Bantaeng.

Bakti sosial juga rangkaian Hari Bhakti ke-61 IBI Cabang Bantaeng. Lokasi ini merupakan daerah terpencil dengan luas wilayah 13,3 kilometer persegi dan jumlah penduduk 2.292 jiwa.

Penduduk sebanyak itu masih butuh sentuhan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, khususnya Dinas Kesehatan dan Badan KB serta PP dalam hal pelayanan Kesehatan dan Keluarga Berencana.

Desa Bonto Bulaeng terletak hanya 16 kilometer dari Kota Bantaeng yang bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dalam waktu tiga jam karena akses jalan ke desa tersebut masih jalan tanah yang belum tersentuh aspal.

Selain medan yang sulit di jangkau, masyarakat masih tabu menggunakan alat kontrasepsi. Desa yang mempunyai jumlah balita tertinggi pernah mendapat perhatian khusus dari Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah beberapa waktu lalu mengunjungi lokasi tersebut.

"Metode kontrasepsi jangka panjang adalah pilihan tepat untuk masyarakat di desa ini," Kata penyuluh KB, Herawaty, Selain pelayanan KB dan pengobatan massal, IPeKB juga menyalurkan pakaian layak pakai dan susu balita.

"Diupayakan menekan jumlah keluarga pra sejahtera yang ada di desa ini dengan mengikutsertakan pasangan usia subur untuk ber KB serta menyediakan sarana dan prasarana masyarakat untuk kelancaran program KB ke depan." ujarnya. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026