
DPBD : Longsor di Majene Akibat Pelebaran Jalan

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Penanggulangan Penanggulangan Bencana Daerah (DPBD) Provinsi Sulawesi Barat menyatakan longsor di jalur trans sulawesi, Desa Onang Kecamatan Tubo Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, akibat proyek pekerjaan pelebaran jalan.
"Longsor yang terjadi di jalur trans sulawesi Desa Onang Kecamatan Tubo Kabupaten Majene Selasa (24/4), karena pengikisan gunung untuk proyek pelebaran jalan trans sulawesi,"kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik DPBD Provinsi Sulbar, Busman.S.Sos di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, karena gunung di jalur trans sulawesi itu dikikis pada bagian bawahnya, mengakibatkan longsor mudah terjadi, apalagi disaat itu terjadi hujan sepanjang hari sehingga membuat tanah digunung lunak dan mudah jatuh kebawah.
Ia mengaku menyalahkan balai Jalan Nasional Wilayah II Sulawesi yang tidak memiliki perhitungan serta perencanaan matang dalam melakukan pekerjaan pelebaran jalan trans sulawesi di desa onang, sehingga longsor yang terjadi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
Selain menyalahkan Balai Jalan Nasional Wilayah II Sulawesi, DPBD Provinsi Sulbar, juga menyalahkan kontraktor yang mengerjakan proyek jalan tersebut yakni PT Bukit Bahari Indah, karena tidak memperhitungkan keselamatan pengguna jalan yang melintas di jalur trans sulawesi Desa Onang itu.
"Balai Jalan Nasional Wilayah II serta kontraktor pekerjaan trans sulawesi harus bertanggung jawab karena proyeknya membuat orang lain menjadi korban jiwa,"katanya.
Ia mengatakan, seharusnya kontraktor pekerjaan trans sulawesi memasang tanda hati-hati atau menyiapkan piket yang bertugas di lokasi jalur trans sulawesi yang rawan longsor itu, agar masyarakat juga yang menjadi pengguna jalan berhati-hati melintas dan tidak membuat pengguna jalan menjadi korban.
"Seharusnya ini menjadi pelajaran agar jangan lagi proyek pelebaran jalan mengakibatkan longsor sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, aparat berwajib harus mengusut peristiwa longsor di desa onang jangan sampai ada kelalaian yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,"katanya.
Longsor di Desa Onang mengakibatkan Adnan pengendara mobil Suzuki APV nopol (nomor polisi) DD 1654 NB, tewas tertimbung longsor, selain mengakibatkan satu korban tewas sebanyak sembilan orang mobil penumpang Suzuki APV nopol DD 1583 AK, mengalami luka ringan.
Longsor itu juga mengakibatkan tiga warga mengalami luka berat karena kendaraan yang mereka tumpangi berupa mobil Suzuki Grand Max nopol DD 8622 DK juga tertimpa longsor.
Selain itu, juga mengakibatkan dua pengendara menjadi korban masing-masing mengendarai satu motor dan dua korban lainnya berada pada mobil tangki pengangkut BBM jenis premium yang terjun di jurang sedalam 15 meter kedalam jurang setelah ditimpa longsor.
Para korban telah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kabupaten Majene. (T.KR-MFH/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
