Logo Header Antaranews Makassar

Warga So'do Terisolir Pasca Jembatan Gantung Putus

Minggu, 6 Mei 2012 19:56 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Warga yang bermukim di Lingkungan So'do, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, masih terisolir pasca jembatan gantung terputus akibat air sungai di wilayah itu meluap, Jum'at malam (4/5).

Pemantauan ANTARA di Mamuju, Minggu, jembatan gantung yang menghubungkan dua dusun tersebut saat ini belum dibangun oleh pemerintah setempat.

Akibatnya, akses jalan yang menghubungkan dua wilayah itu menjadi sulit terjangkau lantaran jembatan gantung sepanjang 100 meter ini rusak akibat diterjang banjir.

"Ratusan kepala keluarga di lingkungan So'do belum bisa berbuat banyak lantaran akses jalan penghubung di daerah itu belum dilakukan perbaikan,"kata Herman salah seorang warga So'do.

Menurutnya, jembatan gantung ini terputus setelah balok penyanggah jembatan ikut terbawa derasnya luapan air sungai.

Dia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan gantung karena jalan ini merupakan satu-satunya akses yang bisa dilalui kendaraan roda dua.

"Perekonomian masyarakat yang ada di Lingkungan So'do menjadi lumpuh lantaran hasil panen belum bisa dipasarkan,"kata dia.

Yang lebih merisaukan kata dia, karena ratusan murid SD terancam terhambat masuk ikut Ujian Nasional (UN) apabila jembatan ini belum diperbaiki.

"Hanya ada satu jalan alternatif yakni menggunakan perahu motor. Meski begitu, masyarakat takut menggunakan perahu motor apabila air sungai tetap meluap,"katanya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Mamuju Hajrul Malik, yang ikut memantau kondisi jembatan ini mengatakan akan segera mencari solusi agar jembatan ini bisa dimanfaatkan.

Dia menuturkan, jembatan gantung ini harus dicari solusinya untuk segera dibangun karena akses ini menjadi tumpuan harapan masyarakat di dusun tersebut untuk memperlancar akses ekonomi.

"Masyarakat di dusun So'do pasti terisolir karena tidak bisa keluar dari kampung mereka apabila tidak menggunakan perahu motor," kata dia.

Bahkan kekhawatiran lain, kata dia, ratusan anak-anak yang akan mengikuti UN tingkat SD terancam terhambat apabila jembatan ini tidak ditangani. (T.KR-ACO/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026