
Majene Terima Rp5 Miliar Bangun Listrik Desa

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, melalui Dinas Pertambangan dan Energi menerima bantuan Rp5 miliar untuk pembangunan jaringan listrik desa menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Kepala Distamben Majene Ahmad Rafli Nur di Majene, Rabu, mengatakan bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) untuk memfasiliasi bantuan perangkat infrastruktur energi di daerah tertinggal khususnya listrik.
"Bantuan ini hanya diterima oleh 34 kabupaten di seluruh Indonesia, dua kabupaten di antaranya berada di Sulbar, yaitu Majene dan Mamuju Utara," ujarnya.
Total bantuan untuk Majene sebesar Rp5 miliar akan dialokasikan kepada 90 rumah tangga yang rencananya dipusatkan di Desa Pamenggala Kecamatan Sendana.
Menurutnya, sistem alokasi bantuan langsung ditangani oleh KPDT untuk mendatangkan dan memasang peralatan pada lokasi yang telah ditetapkan oleh Distamben sebagai kawasan yang membutuhkan bantuan penerangan.
Rafli mengaku KPDT telah menunjuk tim teknis untuk meninjau lokasi pemasangan dan diperkirakan akan dilakukan setelah proses tender sekitar pertengahan 2012.
"Ditargetkan proses pemasangannya selesai sebelum 2013 sehingga warga dapat menikmati fasilitas listrik," ujarnya.
Menurut dia, sebelum mendapat bantuan ini, seluruh kabupaten penerima telah mengikuti rapat sosialisasi yang diwakili oleh masing-masing Kepala Distamben dengan harapan bantuan tersebut bisa tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat terhadap warganya.
Distamben mengharapkan bantuan tersebut kembali diterima Majene untuk tahun berikutnya karena masih ada sejumlah desa yang membutuhkan bantuan PLTS. Sulitnya akses dan medan mengakibatkan beberapa desa tidak terjangkau jaringan listrik PLN.
"Untuk itu, kami berupaya agar bantuan tersebut betul-betul tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat," kata Rafli. (T.KR-AHN/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
