
Pembayaran Dana Eksodus Timtim Menuai Protes

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pembayaran dana bantuan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) menuai protes dari warga eksodus Timor Timur (Timtim) yang bermukim di Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Banyak warga eksodus Timtim yang masih dibebankan pemotongan sebesar Rp500 ribu per KK," kata perwakilan warga eks Timtim Sulsel, Gunawan, di Makassar, Kamis.
Warga Timtim yang telah menetap di Makassar sejak tahun 1990-an ini mengaku menyayangkan sikap pihak kantor pos yang memberikan kesempatan kepada Komite Nasional Korban Politik Timor Timur (Kokpit) Sulsel melakukan pungutan dana kepada warga penerima bantuan dana eksodus Timor Timur.
"Kasihan warga kita, kalau harus digerogoti oleh pihak komite. Ini sudah jelas-jelas menyalahi aturan," ujarnya.
Selain itu, perwakilan dana eksodus Timtim ini juga menyayangkan surat pengaduan adanya penggelembungan data penerima bantuan yang telah dimasukkan ke Pemprov Sulsel sejak April 2009 lalu belum memperoleh respon dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel.
Padahal, ungkap Gunawan dalam surat pengaduan yang ditujukan kepada Gubernur Sulsel itu diminta Pemprov Sulsel membentuk tim investigasi khusus melakukan verifikasi data pengungsi Timor Timur yang sebenarnya memiliki hak dan menerima dana bantuan Menkokesra tersebut.
Sebab, surat pengaduan itu mengindikasikan adanya kesengajaan pihak komite tidak mengeluarkan nama-nama pengungsi yang sudah tidak terdaftar lagi menetap di Sulsel. Bahkan, mereka juga menduga adanya penambahan nama yang dilaporkan tidak terdaftar sebagai pengungsi asal Timor Timur
Data yang dilaporkan meningkat sebesar 536 KK dalam daftar penerima dana eksodus tahun ini yang mencapai 3.709 KK dari data penerima tahun 2005 yang hanya tercatat sebesar 3.173 KK.
Sementara, data eksodus Timor Timur 2005 masih terdaftar warga eksodus yang bermukim di Sulawesi Barat. Dimana, data penerima yang ada saat ini seharusnya berkurang akibat warga Timor Timur yang berdomisili di Sulawesi Barat tidak terhitung lagi dalam pendataan warga pengungsian Timor timur di Sulsel.
PT. Posindo Cabang Makassar sendiri sejak Selasa, 19 Mei 2009 telah menyalurkan bantuan senilai Rp 8,8 miliar kepada para warga eksodus yang telah menetap di Sulsel.
"Dari data yang kami dapat, jumlahnya mencapai 1.767 KK, dan setiap KK akan mendapat jatah Rp5 juta rupiah. Jika dikalikan, nilai totalnya hampir Rp9 miliar," kata Kepala Kantor PT Posindo Cabang Makassar, Agus Priana di Makassar, Selasa (19/5).
Agus menambahkan, bantuan tersebut akan dibayar secara bertahap kepada para eksodus, dimulai hari ini hingga akhir September mendatang.
Dia mengaku siap mengembalikan dana tersebut ke Menko kesra, jika pada September nanti masih ada dana yang belum tersalurkan.
(T.PK-HK/E001)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
