
Pengusaha Konstruksi Sulsel Dukung JK-Win

Makassar (ANTARA Sulsel) - Komunitas pengusaha konstruksi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Jusuf Kalla-Wiranto atau JK-Win, yang dinyatakan dalam deklarasi di Makassar, Jumat petang.
Dalam kegiatan itu, mereka secara resmi meluncurkan jargon pemenangan "Kita Harus Lebih Cepat dan Lebih Baik" dan menyematkan pin JK-Win pada sejumlah anggota tim.
Menurut salah seorang pemrakarsa deklarasi, Hasbi Syamsul Alam, dukungan itu dikeluarkan terkait besarnya kontribusi JK dalam pembangunan bidang konstruksi di Indonesia.
"Pak JK sejak tahun 80-an adalah seorang pengusaha konstruksi. Dialah yang pertamakali mempelopori pihak swasta mengerjakan proyek nasional di kawasan timur Indonesia," katanya.
Menurutnya, pihaknya optimistis JK mendapat suara bulat dari para profesional konstruksi yang ada di Sulsel, dan mengatakan, jaringan yang akan mereka gunakan selain pengusaha juga melibatkan para lulusan bidang keteknikan perguruan tinggi.
Hasbi menjelaskan, setelah deklarasi, para pengusaha tersebut akan segera turun ke lapangan dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk memberi pemahaman kepada masyarakat alasan memilih JK.
Selain pengusaha konstruksi, pengurus asosiasi dan pihak keluarga JK, acara deklarasi itu juga dihadiri budayawan Sulsel Ishak Ngeljaratan dan akademisi Universitas Islam negeri (UIN) Makassar, Qasim Mahtar.
Menurut Ishak Ngeljaratan, yang akan dipilih nanti bukanlah kepala suku melainkan kepala negara, sehingga ia tidak setuju jika JK didukung berdasar semangat primordial.
"JK adalah milik semua suku di Indonesia, bukan hanya Bugis Makassar. Jadi saya berharap identitas kesukuan dihilangkan," katanya.
Dia mengatakan, perbedaan-perbedaan budaya di antara suku-suku di Indonesia justru bisa menjadi kekuatan, sebab perbedaan menyebabkan adanya proses saling mengisi.
Begitu pula dengan pasangan JK-Win yang memiliki latarbelakang berbeda. Kemampuan pemerintahan dan ekonomi JK dan pemahaman keamanan Wiranto dinilainya sebagai suatu kombinasi yang sangat bagus.
Sementara Qasim Mahtar mengatakan, peluang terpilihnya JK tidak terlepas dari dua hal, yakni ketentuan alam atau takdir dan ketentuan sosial.
Ketentuan alam atau takdir merupakan ketetapan Tuhan yang yang tidak bisa berubah tapi menjadi petunjuk bagi manusia untuk mencapai keinginan.
Sementara dalam kerangka ketentuan sosial, bisa tidaknya JK menjadi presiden RI tergantung dari seberapa besar upaya yang dilakukan JK dan tim pemenangnya.
(T.PK-AAT/Z002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
