
Pembatasan BBM Pertamina Mulai Diterapkan

"Per tanggal 1 Juni kita mulai mengatur pengiriman di setiap SPBU yang ada di Makassar dan Sulsel, meskipun beberapa SPBU tutup lebih cepat, bukan berarti habis tetapi diatur," kata Sales Representatif Pertamina Region VII Muhammad Iswahyudi di Makassar, Kamis.
"Tidak habis dan juga tidak langka tetapi kita hanya mengatur distribusinya agar kouta BBM yang diberikan pemerintah bisa bertahan November hingga Desember nanti," katanya.
Ia menyebutkan, kebutuhan BBM jenis premium di Sulsel sekitar 950 ribu kiloliter (kl), namun kouta yang diberikan hanya 850 ribu kl, begitupun solar hanya sekitar 369 ribu kl dari sebelumnya 450-an kl, hingga akhir tahun.
"Pertamina menjaga stock ini agar bisa bertahan hingga akhir tahun, namanya kouta tidak pernah cukup untuk kebutuhan. Kita tidak ingin stock habis sebelum waktu ditentukan, makanya diatur bukan dibatasi," ungkapnya.
Adanya pengaturan BBM tersebut, lanjutnya, merupakan langkah penghematan Pertamina sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 15 tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu.
Ia menyatakan, stock BBM untuk didistribusikan masih aman untuk 9 hari kerja atau sekitar 21 ribu kl. Sementara untuk distribusi BBM ke setiap SPBU tiap harinya di Makassar berkisar 640 kl jenis premium dari sebelumnya 750-an kl dan solar 140 kl dari sebelumnya160 kl.
"Kami Pertamina berharap agar dukungan Pemerintah baik itu Provinsi dan Kabupaten Kota dibantu aparat TNI/Polri mengawasi ditingkat lapangan agar penyelunduan BBM bisa terhindarkan," kuncinya.
Diketahui untuk harga dasar BBM non subsidi seperti Premium sekitar Rp9.800 kemudian solar Rp10.200 dan pertamax Rp10.400 rupiah. (T.KR-DF/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
