
Penggunaan BBM Nonsubsidi di Sulsel Terkendala Infrastruktur

Makassar (ANTARA News) - Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis pertamax untuk kendaraan dinas di Sulawesi Selatan terkendala infrastruktur karena belum seluruh daerah di wilayah itu memiliki stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) khusus pertamax.
Bagian Penjualan Pertamina Wilayah Sulawesi Muhammad Iswahyudi di Makassar, Selasa, mengatakan, Luwu Raya yang terdiri atas empat kabupaten dan kota hingga saat ini belum ada SPBU pertamax.
"Sehingga untuk merealisasikan penggunaan BBM nonsubsidi bagi kendaraan dinas di wilayah itu harus didukung infrastruktur yang memadai,"katanya.
Menurut Iswahyudi, penggunaan BBM nonsubsidi, baru diberlakukan di wilayah "Jabodetabek", sementara di wilayah lainnya, termasuk wilayah kerja Pertamina Wilayah Sulawesi masih terkendala infrastruktur.
"Kita harapkan dalam waktu tidak terlalu lama penggunaan BBM nonsubsidi jenis pertamax bagi kendaraan dinas di Sulsel bisa diberlakukan setelah infrastrukturnya rampung, "ujarnya.
Kendati tidak merinci jumlah SPBU di Sulsel, baik untuk jenis premium, solar maupun pertamax, namun Iswahyudi menyatakan instruksi penggunaan BBM nonsubsidi bagi kendaraan dinas akan diberlakukan dalam waktu dekat.
Total Kebutuhan BBM subsidi jens premium di Sulsel mencapai 1,4 juta kilo liter perbulan, sementara kuota BBM jenis tersebut hanya 1,2 juta KL/bulan, sehingga perlu segera mereaisasikan penggunaan Pertamax.
Sedangkan penggunaan solar mencapai 4.500 kl/bulan dari kuota hanya 3.500 kl perbulan, sehingga jika penggunaan BBM nonsubsidi diberlakukan maka bisa menghemat jenis BBM tersebut.
"Untuk mencukupi penggunaan BBM bersubsidi yang kebih besar jumlahnya dari kuota diperlukan dana sekitar Rp500 miliar setiap bulan," kata Iswahyudi. (T.S016/B008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
