Logo Header Antaranews Makassar

Aksi Pencurian Pagi Hari Marak di Majene

Kamis, 14 Juni 2012 18:39 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Aksi pencurian pagi hari dengan memanfaatkan kelengahan pemilik rumah yang baru saja terjaga dari tidurnya dalam dua pekan terakhir marak terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Dalam dua pekan, Polres Majene telah menerima setidaknya lima laporan warga yang mengaku korban pencurian yang terjadi pagi hari. Dari lima laporan tersebut memiliki modus dan motif hampir sama baik dari pelaku, waktu kejadian, serta beberapa modus lain yang saat ini sementara didalami Polres Majene.

"Memang benar, tingkat pencurian dengan modus baru itu marak di Majene dalam dua pekan terakhir dan saat ini kami sementara melakukan pendalaman terhadap laporan yang kami terima dari beberapa korban," tutur Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Jubaedi di Majene, Kamis.

Dijelaskan, dari sejumlah laporan yang diterima Polres, rata-rata peristiwa pencurian terjadi antara Pukul 06.00 sampai 08.00. Dalam melancarkan aksinya, pelaku sering beralasan ingin bertamu atau ingin mencari kerabatnya, ada juga yang tidak sempat bertemu pemilik rumah karena masih tertidur pulas namun pintu rumah dalam keadaan tidak terkunci.

Kejadian tersebut baru terjadi dua pekan terakhir dan Polres Majene telah menghimpun beberapa bukti dan ciri-ciri pelaku yang dicurigai sebab dalam beberapa kejadian tindakan pelaku sempat terekam melalui kamera tersembunyi dari salah satu kantor di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami telah menugaskan beberapa personel Satreskrim Majene untuk melakukan pencarian terhadap pelaku yang telah diketahui ciri-cirinya. Kami memperkirakan pelakunya hanya satu orang yang mengincar beberapa rumah yang pemiliknya sering ceroboh membiarkan pintunya dalam keadaan tidak terkunci," terang Jubaedi.

Dari beberapa kasus yang dilaporkan, sejumlah korban mengaku telah kehilangan uang hingga puluhan juta dan beberapa barang berharga lainnya seperti emas, telepon genggam, serta laptop. Itu belum termasuk warga yang kecurian namun belum sempat melapor kepada pihak kepolisian.

Salah satu korban, Syamsuddin mengaku telah kehilangan telepon genggam serta laptopnya saat sedang tertidur. Namun pintu rumah tidak dalam keadaan terkunci sebab sebelumnya telah bangun tidur.

"Kejadiannya sekitar pukul 07.00, saat itu saya sudah bangun untuk shalat Shubuh dan melanjutkan tidur karena kelelahan. Saat tertidur pulas, seorang menggunakan helem berpura-pura membeli sesuatu dengan menggunakan uang pecahan Rp50 ribu yang dilayani oleh keponakan saya. Saat keponakan saya menukar uang untuk kembalian, pelaku langsung menggasak HP dan laptop," terangnya.

Dengan beberapa kejadian tersebut, Polres Majene mengingatkan kepada warga untuk lebih waspada dan lebih berhati-hati, utamanya saat pagi hari sebab kejadian dengan modus yang sama telah terulang pada beberapa korban.
(T.KR-AHN/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026