
15 Desa Sulselbar Masuk Program PKBL BUMN

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 15 desa di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar) masuk dalam Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai tindak lanjut program pengentasan kemiskinan Kementerian BUMN.
Ke-15 desa tersebut adalah hasil dari pemetaan yang dilakukan oleh Forum Layanan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (Flipmas) Mammiri, mitra dari PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV sebagai koordinator BUMN di Sulawesi Selatan dan Barat.
Flipmas bertugas memetakan desa-desa di Sulsel dan Sulbar yang masuk kategori tertinggal namun memiliki potensi yang bisa dikembangkan, ujar pihak Pelindo Rahayu Jafar di Makassar, Jumat.
"Desa-desa yang sudah dipetakan oleh Flipmas, Pelindo IV sebagai koordinator mengumpulkan seluruh BUMN yang ada di kedua wilayah ini untuk kemudian sama-sama membiayai 15 desa tersebut melalui dana PKBL masing-masing BUMN,"jelasnya.
Desa tersebut terdiri atas 10 desa di Sulsel diantaranya Desa Ulu Saddang di Kabupaten Pinrang, Pulau Sembilan di Sinjai, Kajang di Bulukumba dan Pulau Saugi di Pangkep dan lima desa di Sulbar antara lain Desa Ulumanda di Kabupaten Mamuju Utara dan Tadisi di Mammasa.
Anggaran PKBL yang akan diterima masing-masing desa bervariasi, tergantung kondisi dan potensi desa masing-masing.
Program pengentasan kemiskinan Kementerian BUMN yang masuk dalam klaster IV Masterplan Program Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) ini baru pertama kali dilaksanakan dan sudah harus berjalan pada Juli 2012.
"Program ini tidak bisa berjalan cepat karena untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat tertinggal memang perlu waktu cukup lama. Tetapi kami berharap dalam waktu tiga tahun, sudah bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di 15 desa tertinggal yang sudah dipetakan itu," jelasnya.
Ia mencontohkan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) dapat mengalokasikan anggaran PKBL-nya untuk memenuhi pasokan listrik di Pulau Sembilan di Kabupaten Sinjai, Sulsel.
Pihaknya juga akan mengembangkan potensi tanaman anggrek di Desa Kajang Kabupaten Bulukumba serta menggali potensi anyaman serat lontar di Kabupaten Takalar.
"Jadi potensi di masing-masing daerah akan dikembangkan, agar bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di masing-masing desa," katanya. (T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
