
Perekrutan Atlet PPLP harus Bebas KKN

Makassar (ANTARA News) - Proses perekrutan atlet PPLP ataupun PPAD oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan diharapkan bebas dari praktek kolusi korupsi dan nepotisme (KKN).
Pengamat Olahraga Sulsel Wahyudin, di Makassar, Selasa, mengatakan dengan perekrutan yang profesional tentunya dapat melahirkan banyak atlet yang bisa jadi andalan Sulsel di berbagai kejuaraan, baik nasional ataupun internasional.
"Apakah Dispora dalam perekrutan menerapkan praktek KKN sehingga atlet yang dihasilkan kurang maksimal, saya belum mengetahui. Namun sejauh ini potensi terjadinya praktek KKN memang cukup besar dan itu seharusnya tidak terjadi," ujarnya.
Proses perekrutan atlet Pusat Pendidikan dan Latihan olahraga Pelajar (PPLP) serta Pusat Pembinaan Atlet Prestasi Daerah (PPAPD) yang menjadi program Dispora Sulsel memang patut dipertanyakan.
Salah satu alasannya tentu saja kontibusi Dispora Sulsel dalam mencetak atlet potensial bagi Sulsel yang masih terbilang minim.
Kondisi itu sangat berbanding terbalik dari angaran pembinaan yag diterima Dispora Sulsel yang memang cukup besar.
Selain kontribusi atlet yang minim, prestasi Dispora Sulsel di kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pornas) juga belum menggembirakan.
"Saya melihat kondisi sarana dan prasarana yang tidak lengkap menjadi salah satu penyebab kurang berkembangnya kemampuan atlet. Pembinaan usia dini juga harus lebih fokus dan jangan terhenti," kata Wahyuddin yang juga Dosen Sosiologi Olahraga FIK UNM.
Sekretaris Umum KONI Sulsel Nukhrawi Nawir juga berharap Dispora lebih serius menyelenggarakan kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda).
Sejauh ini, kata Nukhrawi, pelaksanaan Popda memang tidak seketat pagelaran Porda yang dilaksanakan KONI Sulsel, padahal cabang yang dipertandingkan cukup banyak yakni sekitar 20 cabang olahraga.
Selain mempertandingkan banyak cabang, Popda juga seharusnya bisa berjalan lebih efektif karena selalu dihadiri ribuan peserta yang berasal dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.
"Popda merupakan ajang pencarian bibit atlet muda dari berbagai daerah sehingga selayaknya dikelola secara serius. Kita berharap pelaksanaan Popda bisa seketat ajang Porda," ujarnya. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
