
Pesta Adat Gantarangkeke Masuk Kalender Wisata Sulsel

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pesta Adat Gantarangkeke di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mulai tahun ini sudah masuk kalender wisata Sulsel, setara dengan Lovely Desember di Tana Toraja dan Taka Bonerate di Selayar.
Dengan demikian, kata kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel H Suaib Mallombasi pada pembukaan pesta ada tersebut di Bantaeng, Kamis, kegiatan setiap bulan syaban yang diawali di Kecamatan Pajukukang tersebut sudah mendapat perhatian berbagai pihak, terutama Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Sulsel.
Pemprov sendiri melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan telah mendatangkan pemandu wisata ke daerah ini. Mereka yang menginformasikan ke seluruh relasinya di perusahaan biro perjalanan (travel) baik dalam negeri maupun mancanegara untuk menjadikan Bantaeng sebagai salah satu destinasi unggulan Sulsel.
Karena itu, semua pihak, terutama masyarakat di sekitar lokasi harus bisa mempersiapkan diri menjadikan kawasan di Kelurahan Gantarangkeke sebagai kawasan wisata.
Ini penting sebab cepat atau lambat, wisatawan nusantara maupun dari mancanegara akan segera menyaksikan atraksi budaya di bagian selatan Sulsel ini. Pembukaan Pesta Adat Gantarangkeke dihadiri wakil dari Kerajaan Gowa, Bone dan Luwu.
Suaib Mallombasi mengatakan, keragaman seni budaya dari leluhur merupakan harta yang tak terhingga nilainya. Karena itu, kita wajib bertanggungjawab melestarikannya untuk mewariskan kembali kepada generasi mendatang.
Ia memuji langkah Pemda Kabupaten Bantaeng bekerjasama Pemprov dan mendapat dukungan masyarakat sebagai bagian dari pelestarian budaya.
Kegiatan seperti ini, lanjutnya, tidak hanya berdampak sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ajang pemberdayaan ekonomi sebagai dampak dari banyaknya pengunjung.
Meski hujan, antusiasme ribuan masyarakat yang datang dari berbagai Kabupaten seperti Bulukumba, Sinjai, Selayar dan Jeneponto tetap tinggi. Terutama untuk menyaksikan atraksi Pencak Silat dan tarian tradisional.
Pesta Adat ini juga menjadi ajang silaturahim untuk menyatukan visi dan mendorong obyek lainnya sehingga mendorong perputaran ekonomi masyarakat, ucapnya.
Bupati Bantaeng Prof Dr HM Nurdin Abdullah mengatakan, Pemda terus mendorong potensi dan khasanah budaya untuk dikembangkan menjadi potensi unggulan.
Ini ditunjang kondisi wilayah yang memiliki tiga klaster yakni pesisir, dataran dan pegunungan sebagai peluang untuk dijadikan kawasan terkemuka berbasis desa mandiri.
Menurut Bupati, masing-masing klaster memiliki unggulan sendiri-sendiri seperti kawasan pegunungan dengan tanaman hortikultura serta tanaman hias dan pemandangan alam di Kecamatan Uluere.
Pemda juga tengah merancang pengembangan agropark untuk dataran rendah yang berlokasi di kawasan wisata Pantai Marina ditunjang pengembangan tanaman manggis di Eremerasa, durian, duku dan langsat di Tompobulu serta buah naga dan berbagai jenis tanaman lainnya.
Pemda juga memberi perhatian terhadap pengembangan budaya lokal seperti Pesta Adat Gantarangkeke dan lainnya untuk dilestarikan ke anak cucu, ujarnya (T.KR-MH/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
