Logo Header Antaranews Makassar

Nelayan Terkendala Melaut Akibat Kelangkaan BBM

Jumat, 6 Juli 2012 11:25 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Ratusan nelayan di Kota Makassar dan sekitarnya terkendala melaut akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak jenis solar.

"Beberapa hari ini, solar sangat sulit diperoleh. Sementara solar yang dipasarkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) kuotanya sangat terbatas," kata salah seorang nelayan Jamaluddin di kawasan Pusat Pelelangan ikan (PPI) Paotere, Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, akibat terbatasnya BBM yang diperoleh pengelola kapal nelayan, sebagian besar nelayan memutuskan tidak melaut. Kalaupun masih ada yang melaut hanya mencari ikan tak jauh dari bibir pantai saja.

Kondisi itu, akhirnya menjadi pemicu kenaikan harga ikan laut yang dijajakan di PPI Paotere, Makassar. Sebagai gambaran, harga ikan kembung yang biasanya hanya dijual Rp45 ribu per keranjang besar, kini harganya mencapai Rp70 ribu per keranjang besar.

Sementara ikan kerapu mencapai Rp100 ribu per keranjang dari harga sebelumnya Rp75 ribu per keranjang. Sedang ikan merah dijual seharga Rp75 ribu dari harga sebelumnya Rp40 ribu per keranjang besar.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perikanan kota Makassar diketahui, kebutuhan BBM jenis solar untuk nelayan di wilayah Kota Makassar hanya mampu terpenuhi sekitar 20 persen.

Sementara data dari BPH Migas Pusat diketahui, alokasi BBM jenis solar untuk nelayan hanya 25 kiloliter per bulan per satu unit perahu nelayan, tanpa melihat klasifikasi ukuran atau volume kapal tersebut.

Akibatnya, nelayan yang memiliki perahu lebih besar dan jumlah tenaga kerja lebih banyak, tentu kesulitan memenuhi kebutuhan operasionalnya.

Hal tersebut diakui salah seorang pemilik kapal nelayan H Suardi di Makassar.

Dia mengatakan, dalam kondisi krisis BBM terpaksa mengurangi pengoperasian melaut.

"Kalau biasanya kami setiap hari turun melaut, pada saat solar langka terpaksa hanya tiga hingga empat kali seminggu saja melaut, karena BBM dikumpulkan dulu untuk keperluan operasional," katanya.(T.S036/B008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026