Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Kupang Minta Pemanfaatan Jamkesda

Jumat, 6 Juli 2012 11:44 WIB
Image Print

Kupang (ANTARA News) - Wali Kota Kupang, Daniel Adoe meminta masyarakat di wilayah itu memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan daerah (jamkesda) yang sudah disalurkan pemerintah setempat guna memenuhi satandar kesehatan warga masyarakat setempat.

"Saya berharap agar masyarakat penerima jamkesda, terutama masyarakat miskin untuk terus memanfaatkannya jika berobat," kata Adoe, Jumat.

Menurut Adoe, Pemerintah Kota Kupang mengeluarkan kebijakan untuk menerbitkan jamkesda, untuk memberikan kemudahan layanan kesehatan kepada masyarakat terutama masyarakat miskin, agar bisa terpenuhi derajat kesehatannya.

Dasar penyaluran jamkesda lanjut mantan Wakil Wali Kota Kupang itu, agar semua warga yang ada di daerah itu bisa mendapatkan kemudahahan yang sama mendapatkan layanan kesahatan.

"Mendapatkan layanan kesehatan yang mudah, murah dan berkualitas adalah hak semua warga sehingga warga miskin pemerintah bantu dengan jamkesda," kata dia.

Pemberian jamkesda kata Adoe diberikan kepada warga miskin dan warga lainnya yang belum mendapatkan layanan jaminan kesehatan lainnya, seperti jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) dan asuransi kesehatan (askes) lainnya.

"Untuk PNS dan sejumlah pegawai swasta lainnya sudah mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja berupa jamsostek, jamkesmas serta askes. Untuk warga miskin Kota Kupang kita bantu dengan jamkesda," kata Adoe.

Dia mengatakan, saat ini, Pemerintah Kota Kupang sudah menyalurkan jamkesda kepada 107 ribu jiwa, dari jumlah penduduk 349.344 jiwa.

Selain 107 ribu penerima Jamkesmas, 87 warga lainnya dilayani Asuransi Kesehatan (Askes) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 131 ribu warga dijaminkan ke Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Menurut Adoe, dari keseluruhan jumlah penduduk yang ada, Pemerintah Kota Kupang terus berupaya memberikan kemudahan layanan kesehatan, melalui jaminan kesehatannya, termasuk bagi warga miskin dan tidak mampu di Kota Kupang dengan penerbitan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

"Terhadap semua penerima jaminan kesehatan tersebut, saat ini pemerintah terus fokus untuk melakukan verifikasi data penerima, agar tidak tumpang tindih karena pendobelan," kata Adoe.

Hal itu dilakukan, agar semua warga Kota Kupang bisa seluruhnya mendapatkan kemudahan layanan kesehatan melalui jaminan kesehatan yang ada sesuai sekmen dan golongannya, agar derajat kesehatan masyarakat di daerah ini bisa semakin lebih baik.

Khusus untuk jamkesda, kata Adoe akan diberlakukan bagi seluruh warga di daerah ini, sebagaimana kebijakan baru yang dikeluarkan pemerintah setempat.

Dikatakannya, awal sekali kebijakan penyaluran Jamkesda oleh Pemerintah kota Kupang, diarahkan hanya untuk warga miskin dan tidak mampu di daerah ini, untuk bisa mendapatkan layanan kesahatan yang lebih baik, berkualitas dan murah.

"Namun dalam perjalanannya, pemerintah memandang penting untuk diberlakukan kepada semua warga di daerah itu," kata Adoe.

Kendati pemberlakuannya diberikan kepada seluruh warga Kota Kupang, namun tidak serta merta kata Adoe diberikan juga kepada warga yang telah mendapatkan jaminan kesehatan dari Jamkesmas atau Askes dan jaminan kesehatan lainnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang terus melakukan verifikasi dan pemutahiran penerima jaminan kesehatan khususnya Jamkesda di tengah masyarakat.

Dia menambahkan, pihak kelurahan telah dimintakan untuk lebih proaktif melakukan penjaringan dan pendataan terhadap warga di wilayahnya calon penerima jaminan kesehatan, sehingga bisa dimasukan dalam data base untuk disalurkan.

"Upaya terus kita lakukan bersama semua komponen termasuk pemerintah kelurahan, agar tujuan layanan kesehatan bisa terwujud, yaitu memberikan akses layanan kesehatan gratis bagi warga kurang mampu," kata Adoe. (T.KR-YHS/M009)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026