
350 Imam Masjid Majene Terima insentif

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Sebanyak 350 imam masjid di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menerima tunjangan insentif sebesar Rp157, 5 atau setiap imam menerima tunjangan Rp450 ribu.
Sekertaris Kabupaten Majene, Syamsiar Muchtar Mahmud di Majene, Rabu, menyebutkan, setiap imam matjid menerima tunjangan dari Pemkab Majene sebesar Rp150 ribu per bulan, junjangan yang diserahkan merupakan insentif triwulan ke dua 2012 sebesar Rp450 ribu per imam per triwulan.
"Tunjangan insentif yang kami serahkan ini jangan dinilai dari besar kecilnya, lebih dari itu peran imam masjid selama ini telah menjadi mitra pemerintah dalam menata masyarakat religius serta menjaga stabilitas daerah yang kondusif," ungkapnya.
Dia berjanji terus beruapaya agar kesejahtraan imam masjid ditingkatkan setiap tahun, apalagi jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) Majene bisa meningkat, hal itu secara otomatis akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan seluruh imam masjid.
Jelang memasuki Bulan Ramadhan, diharap tunjangan tersebut bisa menjadi motifasi positif dan meningkatkan semangat dalam memakmurkan masjid dan masyarakat Islam di Majene, sehingga kenyamanan masyarakat dalam menunaikan ibadah puasa tetap terjaga.
Penyerahan insnetif ini dilakukan pada tiga titik di Majene. Titik pertama di Kecamtan Banggae sebanyak 161 imam masjid. Jumlah tersebut mencakup Kecamatan Banggae 52 imam, Banggae timur 57 imam dan Kecamatan Pamboang 57 imam.
"Titik kedua ditempatkan di Kecamatan Sendana sebanyak 48 imam, Mencakup Kecmatan Tammeorodo 38 imam dan Tubo 21 imam. Titik ketiga di Kecamatan Malunda sebanyak 45 imam dan Ulumanda 34 imam," Rinci Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Majene, Andi Pawilloi.
Diharapkan, tunjangan tersebut dapat mendongkrak kesejahteraan seluruh imam mesjid di Majene sehingga akan berdampak kepada lancarnya pelaksanaan ibadah, utamanya saat memasuki Bulan Ramadhan. (T.KR-AHN/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
