Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur : Program Percepatan Ekonomi Turunkan Angka Kemiskinan

Kamis, 19 Juli 2012 14:06 WIB
Image Print

Kupang (ANTARA News) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengatakan program percepatan ekonomi rakyat yang terus digencarkan pemerintah, seperti Desa Mandiri Anggur Merah, telah mampu menurunkan angka kemiskinan di wilayah provinsi kepulauan ini.

Selain program Desa Mandiri Anggur Merah, program unggulan lainnya yang ikut menurunkan angka kemiskinan di NTT adalah program keluarga harapan, PNPM Mandiri dan MP3EI, kata Gubernur Lebu Raya di Kupang, Kamis, mengutip laporan Badan Pusat Statistik (BPS) NTT.

Ketika menyerahkan laporan resmi statistik NTT triwulan pertama, kata gubernur, Kepala BPS NTT Aden Gultom menyampaikan bahwa program percepatan ekonomi rakyat yang gencar digalakkan pemerintah, justru berandil menurunkan angka kemiskinan di NTT.

Hingga posisi akhir 2011, angka kemiskinan di NTT mencapai 21,23 persen dari total 4,6 juta jiwa penduduk NTT, namun hingga Juni 2012, prosentase angka kemiskinan justru turun menjadi 20,48 persen.

Tingkat pendapatan perkapita penduduk pada posisi akhir 2011 hanya Rp198.553 per bulan, tetapi sekarang naik menjadi Rp211.786 perkapita per bulan atau mengalami pertumbuhan sekitar 6,66 persen.

"Penurunan angka kemiskinan ini tidak hanya pada desa penerima bantuan Program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah, tetapi secara tidak langsung juga meningkatkan perekonomian masyarakat di desa-desa sekitarnya," kata Gubernur Lebu Raya.

Gubernur optimistis angka kemiskinan di NTT akan terus mengalami penurunan jika program pencepatan pembangunan ekonomi rakyat, seperti Desa Mandiri Anggut Merah (DeMAM) menyentuh semua wilayah pedesaan di wilayah provinsi kepulauan ini.

Program DeMAM yang baru diluncurkan pada 2011, diprioritaskan pada setiap desa dalam satu wilayah kecamatan, namun dalam tahun ini akan terus berkembang sehingga semua desa di NTT mendapat program serupa untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. (T.pso-084/L003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026