
Bendungan Tommo Pacu Ekonomi Sulbar

Mamuju (ANTARA News) - Pembangunan bendungan Tommo di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, diramalkan bakal mampu memacu pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Minggu, mengatakan, dengan pembangunan bendungan Tommo sektor pertanian akan tumbuh dan akan mengkontribusi pertumbuhan ekonomi Sulbar pada tahun 2011 sebesar 11,1 persen untuk meningkat pada tahun berikutnya.
Ia mengatakan, dengan dibangunnya bendungan Tommo maka sekitar 2.500 hektare sawah petani di Kabupaten Mamuju akan mendapat pengairan dan lahan pertanian petani yang akan diairi melalui irigasi teknis di Mamuju jumlahnya bertambah.
"Itu artinya petani tidak akan kesulitan dalam mengairi sawahnya untuk dapat berproduksi baik dan lahan petani akan semakin tinggi produksi pertaniannya, sehingga sektor petanian akan semakin tumbuh dan mengkontribusi pertumbuhan ekonomi Sulbar,"katanya.
Menurut dia, bendungan Tommo akan mengairi lahan petanian petani diempat Kecamatan diantaranya Kecamatan Tommo, Sampaga, Papalang, dan Kecamatan Pangale, kondisi itu juga akan meningkatkan produktivitas padi Mamuju sekitar 4,8 ton perhektare dengan luasnya mencapai 23.000 hektare menjadi meningkat.
Oleh karena itu ia mengatakan, pemerintah di Sulbar harus segera menyelesaikan masalah ganti rugi lahan masyarakat yang selama ini menjadi masalah penyelesaian pembangunan bendungan Tommo agar bendungan Tommo dapat secepatnya diselesaikan pembangunannya.
"Terdapat 38 hektare lahan masyarakat yang belum dibebaskan pemerintah untuk pembangunan Bendungan Tommo, lahan itu dimiliki sekitar 80 kepala keluarga yang menguasai tanahnya dengan sertifikat terdapat di Desa Tommo V atau Desa Campaloga Kecamatan Tommo, masalah itu harus segera diselesaikan,"katanya..
Gubernur mengatakan, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan bendungan Tommo pada tahun 2012 sekitar Rp61 miliar dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari dana APBN tahun 2012, proyek itu dikerjakan dua perusahaan yaitu PT Duta Graha Indah dan PT Wijaya Karya.
"Selain untuk membangun bendungan Tommo, sebagian dari anggaran itu juga digunakan untuk merampungkan pembangunan bendungan dan saluran induk bendungan Tommo untuk irigasi lahan pertanian masyarakat sepanjang 7,6 kilometer," katanya.
Ia mengatakan, pembangunan bendungan tersebut dikerjakan dengan memakan waktu selama 1.200 hari dan diharapkan pekerjaannya akan rampung pada tahun ini. (T.KR-MFH/M009)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
