Logo Header Antaranews Makassar

Jalur Mudik Majene Masih Banyak Rusak

Rabu, 8 Agustus 2012 21:51 WIB
Image Print

Majene, Sulbar(ANTARA News) - Beberapa titik jalur mudik di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang juga merupakan jalur Trans Sulawesi masih banyak yang rusak meskipun lebaran Idul Fitri sudah semakin dekat.

Pantauan yang dilakukan pada sejumlah jalur di Majene, Rabu, kerusakan bukan hanya terjadi pada ruas jalan saja, pembangunan jembatan pada jalur Trans Sulawesi Majene yang belum rampung di Kecamatan Sendana dan Kecamatan Tubo Sendana yang akan digunakan sebagai jalur mudik masih ditemukan banyak kerusakan.

"Sebagai pengemudi setiap hari saya melintasi jalur tersebut dan terlihat masih banyak ruas jalan dan jembatan rusak parah namun belum dilakukan perbaikan," ungkap Rahmat, pengemudi angkutan umum, di Majene.

Pembangunan jembatan, perbaikan jalan serta pelebaran jalan di Sendana dan Tubo Sendana masih dalam perbaikan. Dia memperkirakan pekerjaan yang dilakukan di dua kecamatan tersebut tidak akan selesai hingga lebaran nanti.

Selain dua kecamatan tersebut, ruas jalan tepatnya di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae, Majene juga masih banyak jalan yang berlubang dan bergelombang. Pada jalur tersebut juga rawan kejahatan saat malam hari sebab minimnya penerangan.

"Kami berharap agar pemerintah segera melakukan tindakan, utamanya kepada pihak kontraktor yang tengah mengerjakan jalan untuk melakukan percepatan sebab seperti tahun sebelumnya volume kendaraan akan meningkat drastis menjelang dan beberapa hari setelah lebaran," harap Rahmat.

Sementara itu, pengawas proyek pekerjaan jalan di Kecamatan Sendana, Eko mengaku target penyelesaian jalan diperkirakan hingga bulan September 2012. Untuk penyelesaian pengerjaan pada bulan ini dipastikan tidak akan mampu dikejar.

"Sesuai kontrak penyelesaian pekerjaan ditargetkan hingga tahun 2013, tentunya kami hanya mengikuti seluruh prosedur yang telah disepakati termasuk proses dan batas waktu penyelesian pengerjaan," katanya.
(T.KR-AHN/S023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026