
Idu Fitri - Wisata Kuliner Ikan Terbang Somba Incaran Pemudik

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Wisata kuliner pengasapan ikan terbang di Somba, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, ternyata turut menjadi incaran bagi pemudik yang melakukan perjalanan balik setelah menghabiskan masa libur Idul Fitri 1433 Hijriah.
Pemantauan di Majene, Rabu, puluhan kendaraan roda empat maupun roda dua terlihat menumpuk di tempat wisata kuliner pengasapan Ikan Terbang yang terletak di jalur trans Sulawesi sekitar 25 kilometer dari kota Majene.
Ikan terbang atau ikan Tuing-Tuing sebutan orang Mandar maupun orang Bugis, Makassar ini semenjak beberapa tahun terakhir menjadi incaran bagi pengguna jalan khususnya pada saat perjalanan arus balik setelah lebaran.
Lokasi tempat wisata kuliner pengasapan ikan terbang di Somba sangat mudah dijumpai oleh masyarakat yang hendak mencicipi makanan khas masyarakat Mandar ini yakni melihat deretan warung makan disertai kepulan asap di wilayah jalan trans Sulawesi.
Masyarakat yang mencicipi makanan khas ikan asap terbang dengan menu makanan trandisional "Jepa" atau hasil olahan bahan baku ubi kayu ini harganya pun relatif terjangkau.
Warga yang menikmati makanan khas tradisional ikan terbang ini lantaran ada yang penasaran dan ada pula yang sekedar jalan-jalan.
"Setiap saya melintasi jalur trans Sulawesi pasti menyempatkan diri menikmati makanan khas tradisional Mandar. Apalagi, harganya relatif terjangkau dibandingkan jika harus makan di warung lainnya,"kata Wati, salah seorang warga Polman yang hendak melakukan perjalanan mudik ke Mamuju.
Ia mengatakan, jauh sebelumnya teman-temannya sudah merencanakan untuk singgah di warung makanan khas tradisional Mandar ini.
"Saat kita meninggalkan rumah telah direncanakan agar kita menyempatkan diri menikmati sajian makanan khas ini karena selama ini hanya mendengar cerita dari mulut ke mulut yang disampaikan oleh teman-teman di kantoran," ucapnya.
Hal senada dikatakan, Bakri Bestari, salah seorang warga Polman yang ikut menikmati makanan tradisional khas Mandar, Ikan terbang asap.
"Makanan tradisional ikan asap ini sudah mahal jika dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Saya masih ingat dulu setiap porsinya hanya Rp8000, tetapi sekarang ini justeru meningkat hingga Rp20.000 per porsinya,"ungkap Bakri.
Bakri mengatakan, ikan asap terbang ini akan terasa nikmat apabila disajikan dalam keadaan hangat ditambah dengan sambal mentah dengan bahan cabai, tomat, dan bawang.
Sementara itu, Mardia (40 th), salah seorang pemilik warung ikan asap terbang mengakui jika tiga hari terakhir ini jumlah pengunjung semakin ramai.
"Pengunjung sangat padat sejak pagi hingga malam hari. Ini juga karena puncak arus balik oleh pemudik telah tiba,"kata dia. (T.KR-ACO/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
