Logo Header Antaranews Makassar

PB-Hipermata Tagih Janji Kejati

Rabu, 3 Juni 2009 21:28 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Pengurus Besar Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Takalar (PB-Hipermata) kembali mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, di Makassar, Rabu.

Kedatangan demonstran yang awalnya berkumpul di Universitas Negeri Makassar ini untuk menagih janji pihak Kejati Sulsel yang telah menjanjikan mereka untuk menindaklanjuti kasus dugaan korupsi yang terjadi di beberapa instansi Pemerintah Kabupaten Takalar

Instansi atau SKPD yang terindikasi melakukan praktik korupsi ini adalah Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar.

"Kami ke sini untuk menagih kembali janji Kepala Kejati Sulsel yang diucapkan sebulan yang lalu bahwa akan menindaklanjuti kasus dugaan korupsi di beberapa instansi kabupaten Takalar, " Teriak Irwan, jenderal Lapangan, yang akan menerobos pagar besi Kejati Sulsel yang sudah dikunci dan telah dijaga puluhan polisi dari Polresta Makassar Timur.

Orasi yang dilakukan secara bergantian di depan pagar Kejati Sulsel ini, membeberkan kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar tahun 2006, 2007, dan 2008.

"DAK tersebut tidak mempertimbangkan dan memperhitungkan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Takalar sesuai SK Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah," Jelas Irwan dalam orasinya.

Dalam surat pernyataan sikapnya, juga mencatat bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Takalar diduga terjadi gratifikasi alat penggilingan padi sebesar Rp250 juta rupiah, pengadaan kontraktor tahun 2008 sebesar Rp1,7 miliar dan pengadaan Sapi pada tahun 2007 senilai Rp750 juta.

Sedangkan di Dinas Kesehatan terjadi kasus dugaan korupsi pada pembangunan Puskesmas Polut tahun 2007 senilai Rp462 juta, pengadaan alat-alat kesehatan senilai Rp1,4 miliar yang ditangani oleh kedis Kesehatan Takalar.

Sekitar 10 menit berorasi di depan kantor, akhirnya mereka dipersilahkan masuk halaman dan sdisambut oleh Godang Riadi, Asisten Tindak Pidana Khusus (Astipik) Kejati Sulsel.

Karena Godang menginginkan dialog di halaman kantor, tanya-jawabpun berlangsung alot di tengah kerumunan massa PB-Hipermata dan Aparat Kepolisian.

Godang menjawab segala pertanyaan yang diutarakan oleh ketua umum PB-Hipermata. Wahyudi Mapparenta. "Kami sudah menindaklanjuti, semua item-item dan tinggal menunggu penyidikan tim audit BPKP," jelasnya.

Dialog tersebut berlangsung sekitar 20 menit, setelah itu para demonstran pulang dengan tertib dan melanjutkan aksinya di depan UNM, "kami akan melanjutkan aksi ini didepan UNM," kata salah satu demonstran.

(T.PSO-101/F003)