
Mamuju Alami Inflasi 1.01 Persen

Mamuju (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat, menyatakan, Kabupaten Mamuju pada Agustus 2012 mengalami inflasi sekitar 1.01 persen dengan Indek Harga Konsumen (IHK) 138,18 persen dengan menempati urutan 37 dari 66 kota besar di Indonesia.
"Hasil survei perkembangan Indeks Harga Konsumen pada 66 kota di Indonesia telah menunjukkan rata-rata mengalami inflasi termasuk Mamuju. Inflasi tertinggi terjadi di kota Palu sebesar 2,81 persen dengan IHK 144,02 persen dan terendah terdapat di kota Medan sebesar 0,04 persen dengan IHK 133.84 persen," kata Kepala BPS Sulbar, Nursam Salam di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, inflasi di kota Mamuju berada pada urutan ke-37 dengan mengacu perkembangan dari Desember 2011 hingga Agustus 2012 sebesar 3,23 persen, sedangkan laju inflasi "year on year" (Agustus 2011-Agustus 2012) sebesar 3,24 persen.
Sementara itu, kata dia, Indonesia pada Agustus 2012 mengalami inflasi sebesar 0,95 persen dengan IHK 1134.43.
"Laju inflasi Indonesia tahun 2012 atau perhitungan Desember 2011-Agustus 2012 sebesar3,48 persen, sedangkan laju inflasi "year on year" (Agustus2011-Agustus 2012) sebesar 4,58 persen," urainya.
Nursam Salam menyebutkan, inflasi di Mamuju pada Juni 2012 terutama disebabkan oleh peningkatan IHK pada seluruh kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan 2,27 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,38 persen.
Kemudian, kata dia, kelompok sandang 0,94 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, 0.38 persen, perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,11 persen, kelompok kesehatan 0,07 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga masing-masing sebesar 0,07 persen.
Ia menambahkan, komoditi yang dominan memberikan andil inflasi adalah ikan cakalang 0,17 persen, 0,16 persen, ikan bandeng 0,15 persen, pisang 0,06 persen, kue basah 0,04 persen, bawang putih 0,03 persen.
Kemudian kata Nursam, mie kering instant, ayam hidup, dagin ayam ras, daging sapi, udang basah, tomat, sayur, tempe dan gula pasir masing-masing 0,02 persen.
"Komoditi yang menekan laju inflasi adalah cabe rawit -0,07 persen, ikan asing belah -0,02 persen, telur ayam ras dan apel masing-masing 0,01 persen serta bahan pelumas atau oli 0,01 persen,"kunci Nursam.
(T.KR-ACO/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
