
Karate - Sulsel Seleksi Atlet Hadapi Piala Mendiknas

Makassar (ANTARA News) - Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Sulawesi Selatan akan menggelar seleksi atlet untuk menghadapi kejuaraan nasional karate Piala Mendiknas di Samarinda, Kaltim, 29 Oktober-1 November 2012.
Pelatih Karate Sulsel Mursalim Badoo di Makassar, Rabu, mengatakan, seleksi yang direncanakan pada 20 Oktobet 2012, akan diikuti seluruh perguruan karate yang ada di Sulsel.
Menyinggung berapa jumlah atlet yang nantinya terpilih mengikuti kejurnas, masih tergantung kemampuan dana nanti. Namun kita juga masih menunggu pengumuman resmi dari pihak pelaksana menyangkut nomor yang dipertandingkan," ujarnya.
Mengenai beberapa atlet yang sebelumnya sukses meraih medali di kejurnas Piala Mendagri, di Sulut, 1-3 Juni 2012, kata dia, kemungkinan tetap menjadi prioritas. Kemampuan atlet tersebut juga dinilai masih cukup potensial untuk meraih hasil maksimal.
"Namun hasil pastinya masih akan kita dilihat dari seleksi nanti. Namun kita yakin atlet yang terpilih adalah yang paling berpotensi," katanya.
Pada pelaksanaan Piala Mendagri 2012, sejumlah atlet berhasil meraih emas melalui Feby Ramadan (kumite cadet 63 kg), Muh Rian (kumite junior 76 kg), Ifka Widyasari (Kumite cadet 47 kg).
Bahkan salah satu peraih emas yakni Ifka Widyasari yang turun dinomor 47 kg, ternyata berhasil mempertahankan Piala Mendagri setelah meraih juara best of the best.
Selain itu, tim Sulsel juga berhasil merebut tiga perak melalui Magfirah (kata perorangan cadet), Firdayanti (kumite cadet 47 kg), Dahmansyah (kumite junior 68 kg).
Tim Sulsel juga mempersembahkan empat perunggu dari Andre Salim (kumite junior 76 kg), Muh Fadli (kata perorangan), Faradiba (kumite junior 59 kg), serta Muh Fadel dari nomor kumite cadet 52 kg.
"Kita akan menurunkan atlet yang paling siap di kelas masing-masing. Namun untuk jumlahnya belum bisa dipastikan karena bergantung dari kondisi dana," ujarnya. (T.KR-DF/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
