
Polisi Temukan Benda Diduga Sabu di UNM

Makassar (ANTARA News) - Aparat Polrestabes Makassar kertika menyisir Fakultas Teknik serta Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (UNM) pascatawuran mahasiswa kedua fakultas itu menemukan 2,3 kilogram benda yang diduga narkoba jenis sabu serta puluhan senjata tajam.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Erwin Triwanto seusai penyisiran itu, Jumat, mengatakan paket sabu yang diamankan itu didapat di Sekretariat Mahasiswa Fakultas Seni.
"Penyisiran di kampus UNM itu dilakukan untuk mengantisipasi bentrokan susulan pascatawuran kemarin dan hasilnya puluhan sajam beserta sabu kami temukan," katanya.
Barang-barang sitaan berupa sajam dan narkoba itu juga disaksikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh yang didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo beserta Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo.
Penemuan barang-barang terlarang itu bahkan disesalkan oleh Mendikbud karena semua hal-hal negatif begitu bebas keluar masuk di kampus yang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
Kapolres mengaku, semua barang-barang terlarang itu menjadi indikator kenapa mahasiswa sekarang menjadi beringas dan sering terlibat perkelahian meskipun tidak semua mahasiswa melakukannya.
"Senjata tajam, minuman alkohol serta narkoba menjadi penyebab mahasiswa melupakan kewajibannya yakni menjadi orang-orang yang terampil sesuai bidang ilmu pendidikannya," ujarnya.
Meskipun pihaknya mengamankan banyak senjata tajam serta narkoba, namun pihaknya tidak mengetahui siapa pemilik barang itu karena kampus sudah jadi kosong setelah insiden perkelahian yang mengakibatkan dua mahasiswa fakultas teknik itu meninggal dunia.
Kedua mahasiswa fakultas teknik yang tewas ditikam yakni, Rezki Munandar (23) dan Herianto (23) angkatan 2008 Fakultas Teknik Otomotif UNM. Kedua korban tewas saat melawan puluhan mahasiswa Fakultas Seni ketika berada di Rumah Sakit Haji tersebut.
"Saya tadi lihat banyak sekali mahasiswa mendatangi mahasiwa lain dan terjadi perkelahian di rumah sakit. Kemudian ada beberapa cabut badik lalu menikam mahasiswa lainnya secara membabi buta," kata Syamsuddin juru parkir rumkit tersebut.
Ia menyebutkan, sekitar 20 menit terjadi perkelahian yang tidak sebanding kemudian dua korban jatuh dilantai rumah sakit dan setelah puas mahasiswa di duga Fakultas Seni itu meninggalkan lokasi kejadian secara terburu-buru.
"Hanya sebentar sekali peristiwanya pak, banyak mahasiswa gondrong lari setelah melakukan perkelahian dan sempat terjadi kemacetan diluar jalan," tuturnya. (T.KR-MH/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
