Logo Header Antaranews Makassar

Bantaeng Kembangkan Bawang Merah di Dataran Rendah

Sabtu, 13 Oktober 2012 04:05 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Bantaeng, akan mengembangkan bawang merah di dataran rendah pada lahan seluas 400 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan peternakan Syamsul Alam di Bantaeng, Jumat, mengatakan, selama ini, daerah penghasil bawang merah, hanya berasal dari kawasan perbukitan, tepatnya di Kecamatan Uluere, namun saat ini pengembangan bawang merah di dataran rendah akan dilakukan di wilayah ini.

"Varietasnya sudah pasti beda dengan bawang yang ada di dataran tinggi. Untuk dataran rendah ini, kami akan gunakan varietas Bima," ujarnya.

Untuk itu, lahan dataran rendah kemungkinan besar akan disiapkan di Kecamatan Pa'jukukang dan Bantaeng. Dia menyebutkan, rencana tersebut, sengaja dilakukan untuk mendukung program Pemkab Bantaeng yakni, kabupaten benih berbasis tekhnologi.

Selain itu, bawang merah yang sudah dikembangkan di dataran tinggi Bantaeng mencapai 8 - 11 Ton/ha per tiga bulan. Menurut dia, pihaknya mengembangkan bawang merah pada daerah dataran tinggi, khususnya di Kecamatan Ulu Ere, yang memiliki potensi lahan seluas 800 ha.

Potensi ini, lanjutnya, menjadi penyangga perekonomian masyarakat Ulu Ere. Tidak heran, jika petani di daerah ini memiliki tingkat perekonomian yang lumayan tinggi. Bahkan, ada beberapa petani yang sudah menunaikan ibadah haji dari hasil bawang merahnya.

Bupati Bantaeng, Prof Dr HM Nurdin Abdullah mengatakan, sejauh ini pemerintah Kabupaten Bantaeng terus mendorong upaya untuk membangun sistem pertanian tanpa pupuk berbahan kimia. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk pengembangan produksi hortikultura di Bantaeng. (T.KR-MH/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026