Logo Header Antaranews Makassar

Bantaeng Siapkan Penangkaran Kedelai

Sabtu, 1 September 2012 04:00 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) akan segera membuka lahan untuk penangkaran Kedelai.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Dispertanak Bantaeng Muchlis TR di Bantaeng, Jumat, pihaknya menyiapkan lahan seluas 10 Hektare di Desa Rappoa, Kecamatan Pa'jukukang.

"Dari luas lahan tersebut, kami memperkirakan dua Ton/Ha, sehingga yang harus disiapkan sebanyak 20 ton, ujarnya.

Selain itu, saat ini Bantaeng akan memasuki musim kemarau. Kedelai dianggap merupakan salah satu tanaman, yang tidak bergantung pada air, serta jarak masa tanam hingga panen tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.

Pihaknya berharap, penangkaran Kedelai tersebut bisa membantu Bantaeng sebagai penghasil Kedelai. Sementara itu, dalam waktu dekat, akan ada 12 Ton bibit Kedelai yang diperuntukkan bagi 30 Ha lahan siap tanam. "Masing-masing akan kami bagikan 40 Kg," ujarnya.

Menurut dia, sebanyak 300 Hektare juga telah disiapkan untuk Sekolah Lapang Penanaman Tanaman Terpadu (SLPTT), yang pupuknya dibantu pemerintah sebanyak 300 ton (1 Ton/ Ha) dengan target produksi bisa mencapai 1-2 ton/Ha.

Untuk lahan di luar SLPPT, Pemkab untuk tahun ini menyiapkan lahan seluas 900 Ha, dengan target produksi mencapai 900 ton. Produksi kedelai dan lahan kedelai di Bantaeng sendiri dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat.

Pihaknya mencatat untuk tahun 2010 produksi kedelai Bantaeng sebanyak 353 ton dari lahan seluas 165 Ha. Sementara untuk tahun 2011, lahan seluas 169 Ha dengan produksi 365 ton. Sementara daerah yang merupakan lokasi pengembangan Kedelai yakni Kecamatan Bantaeng, Bisappu, Pa'jukukang dan Eremerasa.

Salah seorang petani asal Sinoa, Udin menyebutkan bahwa saat ini Bantaeng memang dalam musim peralihan ke musim kemarau. Sehingga pihaknya berharap dengan adanya bantuan Kedelai, bisa membantu petani, untuk tetap bertani. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026