Logo Header Antaranews Makassar

JK : Sebaiknya Mahasiswa Berwirausaha Bukan Tawuran

Jumat, 19 Oktober 2012 13:19 WIB
Image Print
MAKASSAR - Mantan Wapres Jusuf Kalla, memberi penjelasan saat membawakan materi kuliah umum dalam menyambut Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Kampus Uiniversitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Sulsel, Jumat (19/10). Dalam kuliah umunya, Jusuf Kalla
Makassar (ANTARA News) - Tokoh Nasional HM Jusuf Kalla mengharapkan sebaiknya mahasiswa lebih mengutamakan berwirausaha daripada bertindak tawuran antar-sesama mahasiswa.

"Mari kita jaga baik-baik kampus kita, kampus itu rumah kita juga jangan dirusak-rusak, apalagi berkelahi (tawuran) sesama mahasiswa," kata JK saat memberikan kuliah umum di kewirausahaan di Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Samata, Kabupaten Gowa, Sulsel, Jumat.

Dalam kuliah umum tersebut, JK lebih mengangkat bagaimana mencari solusi dengan mengajak mahasiswa berwirausaha dan bukan tawuran yang dapat merusak nama baik kampus dimana mahasiswa itu menimba ilmu.

"Jiwa melekat di dunia usaha adalah utama bagi seluruh mahasiswa. Kultur kita berbeda dengan daerah lain, orang jawa lebih berani kenapa kita tidak," tutur Ketua PMI Pusat ini kepada ratusan mahasiswa UIN Alauddin dalam menyambut Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Syariah dan Hukum.

Mantan Wakil Presiden RI ini kembali memberikan semangat kepada mahasiswa bahwa semangat yang paling utama setelah modal. Kalau kurang semangat tentu saja akan mempengaruhi. Bukan berarti hanya modal kecil lalu tidak semangat. Ciri-ciri pengusaha sukses ada semangat yang besar bukan modalnya yang besar.

"Niat itu nomor satu dan semangat paling penting untuk segala bentuk dagangan atau usaha. Kenapa orang China semua rata-rata pengusaha, karena sudah dididik jadi pengusaha, beda dengan kta satu keluarga beda-beda profesi ada dokter, pegawai dan lainnya dan hanya satu atasi dua orang pengusaha," tandasnya.

Ia menyebutkan, titik lemah ada semua pada pengusaha, tetapi orang tidak mampu tidak sulit untuk sukses. Ada yang tahu apa perbedaan guru dan pengalaman. Kalau guru mengajar dulu baru menguji, tapi kalau pengalaman menguji dulu baru mengajar," ucapnya kembali menyemangati mahasiswa.

Hadir sejumlah petinggi dan birokrasi kampus UIN Alauddin Samata Gowa, ratusan mahasiswa dan undangan lainnya. Sempat ada interaksi tanya jawab antara mahasiswa dan JK. (T.KR-DF/Y008)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026