
Swiss Contact Kolombia Belajar Kakao di Sulbar

Mamuju (ANTARA News) - Perwakilan Lembaga Swiss Contact Negara Kolombia megaku tertarik dengan pengembangan komoditi kakao sehingga memilih datang ke Mamuju, ibukota Sulawesi Barat, untuk belajar dan melihat aktivitas petani kakao di daerah ini.
"Kami banyak mengetahui bahwa Provinsi Sulbar salah satu daerah penghasil komoditi kakao. Makanya, kami jauh-jauh datang dari Kolombia untuk melihat dari dekat aktivitas petani kakao di Sulbar," kata utusan Swiss Contact Juan Antonio di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, di negaranya memiliki lahan perkebunan kakao yang begitu luas. Namun, hasil produktivitas tanaman kakao belum mampu memasok kebutuhan industri kakao di negaranya.
Minimnya produksi kakao di Kolombia kata dia, akibat belum adanya komitmen pemerintahnya untuk melakukan pembinaan terhadap petani untuk mendukung peningkatan produksi kakao.
Belum lagi, lanjutnya, banyaknya hama serangan hewan gorila yang memakan buah tanaman kakao memicu minimnya hasil produksi kakao.
"Negara kami ini masyarakatnya suka makan coklat. Tetapi, negara Kolombia masih mengharapkan kakao dari negara lain seperti Indonesia maupun negara-negara penghasil kakao lainnya," ucap Juan Antonia didampingi perwakilan Swiss Contact Indonesia.
Antonio menyampaikan, pengembangan kakao di Sulbar sangat menakjubkan karena tanaman kakao yang sudah tua masih bisa berproduksi melalui program peremajaan dan teknis sambung samping.
"Ini yang belum diterapkan di negara kami. Hasil kunjungan kami ke Sulbar ini akan kami coba terapkan setelah kembali ke negara Kolombia," ucapnya.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan Sulbar, Ir Tanawali menyampaikan, ikut memberikan apresiasi karena daerahnya menjadi tempat belajar bagi Lembaga Swiss Contact negara Kolombia.
"Tentu kita merasa tersanjung karena dari 34 provinsi di Indonesia, Sulbar menjadi daerah untuk melakukan studi banding oleh perwakilan Swiss Contact Kolombia. Ini berarti, petani kakao Sulbar lebih maju dari pada petani kakao negara Kolombia," ujar Tanawali. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
