
Majene Usul Penambahan Guru Agama ke Kemenpan-RB

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Pemkab Majene, Sulawesi Barat akan mengajukan penambahan guru agama kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemempan-RB), setelah diidentifikasi daerah itu masih kekurangan banyak guru agama.
Bupati Majene, Kalma Katta di Majene, Sabtu, mengatakan, kekurangan guru agama di daerah itu perlu segera diprioritaskan sebab itu menyangkut pemerataan pendidikan, apalagi pendidikan agama sangat diperlukan bagi seluruh siswa untuk mendapatkan pengetahuan moral dan keagamaan.
"Khusus untuk kekurangan guru agama, kami akan mengusulkannya kepada Kemenpan-RB agar Mejene mendapat kebijakan melakukan penambahan tenaga guru. Selain itu, kami meminta kepada Disdik (Dinas Pendidikan) Majene untuk melakukan regulasi guru sehingga kekurangan itu juga bisa diatasi di tingkat kabupaten," ucapnya.
Dia mengatakan, sembari menunggu pengajuan tersebut disepakati, Disdik Majene bisa melakukan identifikasi terhadap sejumlah guru yang memiliki latar belakang pendidikan agama dan kebetulan tidak memiliki tugas penting dalam mengajar di sekolahnya masing-masing.
"Selain mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat, kita juga perlu melakukan upaya sendiri sehingga tidak ada sekolah yang tidak memiliki guru mata pelajaran tertentu sebab itu berdampak terhadap pengetahuan siswa yang harusnya tidak dibeda-bedakan, baik yang ada di desa maupun di kawasan kota," ujar Bupati.
Upaya dan harapan bupati untuk melakukan pengajuan penambahan guru agama dan melakukan pengaturan guru di tiap sekolah berdasarkan identifikasi yang sebelumnya dilakukan oleh DPRD Majene pada seluruh sekolah beberapa waktu lalu.
Selain pengajuan kepada Kemempan-RB, penambahan guru agama juga memungkinkan diajukan ke Kementerian Agama (Kemenag) sebab selama ini penanganan guru agama juga bisa melalui jalur tersebut.
Sebelumnya, Ketua Komisi III Bidang Kesejahteraan Rakyat, Hasriadi mengatakan, sekitar 90 persen guru agama pada sejumlah sekolah di kawasan pelosok tidak memiliki guru agama. Hal itu sangat disayangkan sebab bisa berpengaruh terhadap moral anak didik.
"Selain masalah kekurangan tenaga pengajar, masalah ini juga terjadi akibat terjadi penumpukan guru di wilayah perkotaan, utamanya guru agama. Kami melihat ini dipengaruhi oleh pemerataan guru oleh Disdik Majene," jelasnya. (T.KR-AHN/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
