Logo Header Antaranews Makassar

BMKG Makassar : Gerhana bulan total tidak terlihat karena terhalang awan

Rabu, 9 November 2022 05:05 WIB
Image Print
Petugas BMKG memantau proses fase gerhana bulan total menggunakan teleskop di top roof kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (8/11/2022) malam. ANTARA/Darwin Fatir.

Makassar (ANTARA) - Koordinator Bidang Observasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar Jamroni menyebutkan gerhana bulan total tidak bisa terlihat baik melalui teleskop maupun mata telanjang karena tertutup awal tebal usai hujan di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Jadi pukul 19.42 Wita tadi adalah puncak gerhana bulan, dan sudah selesai. Sayang sekali cuaca kurang baik, awan cukup tebal sehingga tidak bisa diamati," kata Jamroni usai pengamatan di lantai atap Kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam.

Saat ini, dari pantauan bulan sudah tinggi di atas 30 derajat dan telah masuk fase U3 atau gerhana bulan total berakhir dari fase Panumbra ke Umbra.

Semestinya, proses gerhana bulan bisa nampak jelas kalau tidak diselimuti awal yang agak tebal, dan gerhana bulan bisa terjadi pada saat bulan purnama.

"Kalau cerah sebetulnya terlihat posisi gelap dan terang makin lama nanti terangnya akan semakin besar. Memang cuacanya seperti ini, kita tidak bisa melakukan apa-apa, tapi tetap melaksanakan pengamatan sampai akhir sampai terlihat bulan purnama biasa," katanya.

Jamroni menjelaskan, secanggih apapun jenis teleskop yang digunakan untuk memantau fase gerhana bulan, tapi bila terhalang awal tebal akan sulit terlihat secara jelas. Sejak awal pemantauan pukul 17.30 Wita awan gelap sudah menutupi sebagian wilayah Makassar.


Seorang mahasiswa mencoba mengabadikan proses Gerhana Bulan Total yang sudah memasuki fase bulan purnama dengan ponselnya di top roof kantor BMKG Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (8/11/2022) malam. ANTARA/Darwin Fatir.


"Teropong tidak bisa menembus awan seperti itu, karena awalnya memang cukup tebal. Memang di BMKG sudah diperkirakan dari kemarin cuacanya akan gerimis dan berawan, tapi kami tetap lakukan pekerjaan ini," tuturnya menekankan.

Awalnya, dari prakiraan untuk fase terjadinya gerhana bulan total dimulai Gerhana Penumbra (permulaan) mulai (P1 )pukul 16.02 Wita Selanjutnya, Gerhana Sebagian mulai (U1) 17.09 Wita Gerhana total mulai (U2) pukul 18.16 Wita. Puncak gerhana (UT) pukul 19.00 Wita.

Puncak Gerhana total fase umbra (U3) pada pukul 19.41 Wita. Gerhana Sebagian berakhir (U4) pukul 20:49 Wita dan Gerhana Penumbra berakhir (P4) pada pukul 21.56 Wita.

Selain di kantor BMKG Wilayah IV Makassar, pantauan gerhana bulan total menggunakan teleskop juga dilaksanakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Jurusan Ilmu Falak di Masjid Al Markaz Al Islami, namun gerhana juga tidak nampak karena terhalang awal tebal.



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026