
Pemkab Mamuju Bangun Dua Unit Pasar Tradisional

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, selama tahun 2012, telah berhasil membangun dua unit pasar tradisional yang ditempatkan pada dua kecamatan yang ada di daerah itu.
"Sepanjang tahun 2012 ini, pemkab Mamuju telah sukses membangun dua unit pasar tradisional yang ditempatkan di Kecamatan Kalukku dan Kecamatan Papalang," kata Bupati Mamuju, Drs.H.Suhardi Duka di Mamuju, Minggu.
Menurut dia, pasar tradisional yang dibangun di Kecamatan Kalukku ini memiliki enam unit lods kering, dua unit lods basah, satu unit kantor dan ikut membangun MCK pasar.
"Pembangunan pasar ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2012. Saat ini pelaku usaha telah memanfaatkan pasar tradisional tersebut," katanya.
Sedangkan untuk pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Papalang kata dia, juga dibangu dengan memiliki 12 unit kios, lods kering sebanyak tiga unit, lods basah satu unit, kantor beserta MCK.
"Alokasi anggaran pembangunan pasar tradisional di Papalang bersumber dari dana Tugas Pembantuan (TP) tahun anggaran 2012. Kita berharap, pemanfaatan pasar ini semakin meningkatkan roda perekonomian masyarakat," ungkap Bupati.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga telah sukses membangun pasar tradisional modern yang ditempatkan di Mamuju dengan menafaatkan dana dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) tahun anggaran 2011.
Ia menyampaikan, pembangunan pasar ini akan terus dilakukan dengan memilih wilayah yang dianggap strategis untuk membangun pusat perbelanjaan masyarakat.
"Saya rasa masih banyak daerah kita yang belum memiliki akses pasar tradisional. Makanya, daerah ini akan menjadi skala prioritas untuk segera dibangun pasar," kata bupati.
Karena itu, kata dia, pemerintah pusat juga diharapkan ikut memberi perhatian dengan membantu memberikan dukungan anggaran untuk membangun pasar-pasar tradisional yang memang dianggap layak untuk dibangun.
(T.KR-ACO/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
