
Penumpang Bandara Sultan Hasanuddin Meningkat 13 Persen
Senin, 31 Desember 2012 23:06 WIB

General Manager PT Angkasa Pura I Makassar, Rahman Syarie di Makassar, Senin, menjelaskan, pada 2011 jumlah penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mencapai 7,4 juta sementara pada 2012 mencapai 8,3 juta penumpang.
Pihaknya, lanjut dia, akan memikirkan untuk melakukan perluasan, menyusul peningkatan jumlah penumpang yang mencapai lebih dari satu juta dalam satu tahun terakhir tersebut
Pada Desember 2012, peningkatan jumlah penumpang cukup signifikan terjadi pada libur Natal 2012 yang mencapai 25 ribu per hari sementara libur tahun baru 24 ribu per hari.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Anggiat Sinaga mengatakan, tingkat hunian hotel justru berbanding terbalik dengan peningkatan jumlah penumpang di bandara.
"Pada saat liburan Natal, hotel justru sepi sementara menjelang tahun baru penuh," ujar GM Grand Clarion Hotel Makassar ini.
Menurutnya, peningkatan kunjungan ke Makassar tidak lepas dari kerja sama dengan seluruh pihak termasuk Angkasa Pura dan pemerintah daerah selama ini terutama dalam peningkatan pelayanan.
Kerja sama 'TV Display Info Flight' secara 'real time' ini merupakan salah satu bentuk layanan yang diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi tamu terkait jadwal penerbangan.
"Ini menjadi sebuah nilai penguatan bagi daerah yang menjadi destinasi MICE (meeting, incetive, conference, exibition) keempat di Indonesia," katanya yang menambahkan, layanan informasi jadwal penerbangan yang sama dengan yang ditayangkan di bandara ini ditempatkan di 'public area hotel'.
Rahman menambahkan, layanan ini merupakan layanan yang telah diterapkan di berbagai kota di dunia dan menjadi salah satu bagian untuk meningkatkan 'customer satisfaction index'. Informasi jadwal penerbangan ini, kata dia, juga dapat diterapkan di hotel-hotel lainnya. (T.KR-RY/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
