Logo Header Antaranews Makassar

Penataan Benteng Rotterdam Harus Perhatikan Tata Ruang

Sabtu, 13 Juni 2009 10:36 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Zainal Abidin, Sabtu, meminta pemerintah provinsi mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang Kota Makassar dalam penataan sekitar area Benteng Rotterdam.

Penataan benteng warisan Belanda ini akan dilakukan dengan merelokasi beberapa bangunan pemerintah seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel, dan Kantor RRI Sulsel, serta beberapa bangunan yang dianggap mengganggu keaslian benteng.

"Kalau mau melakukan penataan Benteng Rotterdam, buka dulu Perda Tata Ruang Kota Makassar, kalau tidak bertentangan pasti DPRD Sulsel menyetujuinya," kata legislator dari Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) itu.

Dia mengemukakan Benteng Rotterdam adalah salah satu warisan budaya dunia yang perlu dijaga kelestariannya, sehingga masyarakat patut mendukung kebijakan pemerintah merelokasi bangunan di sekitarnya untuk memperlihatkan keaslian, serta ciri khas benteng yang berbentuk penyu tersebut.

"Kalau konsep penataan dan relokasi beberapa bangunan sudah sesuai dengan Perda Tata Ruang maka tidak ada alasan bagi DPRD untuk menolaknya," tambahnya.

Memang, kata Zainal, bangunan bersejarah di Makassar maupun di Kabupaten harus dikembalikan fungsinya untuk menggali kembali nilai-nilai luhur budaya lokal agar tidak lenyap akibat globalisasi.

Sebelumnya Ketua DPRD Sulsel Moh Roem mengatakan mendukung Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Bela Negara (DPD GBN) Sulsel yang mendesak pemerintah setempat memperhatikan kelestarian budaya lokal, dan menjaga keaslian bangunan bersejarah, termasuk Benteng Rotterdam.

Bangunan Kantor Disperindag Sulsel direncanakan menjadi bangunan pertama yang akan direlokasi ke area Center Poin of Indonesia (CPI) Tanjung Bunga, jika Pemprov Sulsel melakukan pengosongan bangunan di sekitar Benteng Rotterdam.

Kadisperindag Sulsel Amal Natsir mengatakan tetap mendukung rencana pemrov yang akan membersihkan sejumlah bangunan yang ada di sekitar Banteng Rotterdam agar ikon Kota Makassar itu dikunjungi banyak wisatawan.***3***
(T.PSO-099/N002)