Logo Header Antaranews Makassar

PKS Sulbar Tingkatkan Kampanye Dialogis

Senin, 28 Januari 2013 05:03 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Barat kini berusaha meningkatkan kampanye dialogis untuk meraih dukungan suara pada pemilihan legislatif 2014.

"Sejak enam bulan terakhir ini kami telah melakukan kegiatan kampanye dialogis ke lima kabupaten. Ini kami lakukan karena penyelanggara Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum mengatur mekanisme yang jelas terkait masa kampanye itu sendiri," kata Ketua Badan Pemenangan PKS Sulbar, H.Hajrul Malik di Mamuju, Minggu.

Menurut dia, hingga kini belum ada aturan yang dikeluarkan KPU selaku penyelanggara pemilu untuk menjadi acuan dalam melakukan kampanye.

"Jadi, kami ini melakukan kampanye dialogis hanya menafsirkan Undang-Undang (UU) untuk tidak melakukan kampanye terbuka. Makanya, cara yang kami tempuh sekarang adalah kampanye tertutup atau dialogis," tuturnya.

Anggota DPRD Mamuju dua periode ini menyampaikan, kampanye dialogis yang telah dilakukan di antaranya di Kabupaten Mamasa dan di Kabupaten Mamuju serta direncanakan di kabupaten lainnya yakni di Kabupaten Majene, Polman dan di Mamuju Utara.

Saat ini kata dia, pihaknya juga telah melaksanakan penjaringan BACD (Bakal Anggota Calon DPRD) yang akan diproyeksikan bertarung pada pileg 2014.

"Penjaringan dilakukan ini tetap mengutamakan kader internal partai untuk kami usung pada Pileg 2014. Selain itu, kami juga menjaring tingkat eksternal atau tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kans besar meraih dukungan suara dari pemilih," ujarnya.

Hajrul menyampaikan, pada Pileg tahun 2014 telah dicanangkan bisa meraih dukungan perolehan suara untuk mencapai target tiga besar dari 10 parpol peserta pemilu.

"Masing-masing kabupaten kita upayakan ada kader PKS mampu merebut satu kursi seperti di Kabupaten Mamasa, Polman, Majene, Mamuju, Mamuju Utara, dan Mamuju Tengah. Bahkan kami inginkan diantara lima kabupaten itu ada praksi utuh PKS," kata dia. (T.KR-ACO/H-KWR)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026