
Sulsel Rusuh Pascapenetapan Gubernur

Makassar (ANTARA News) - Pascapenetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel terjadi kerusuhan akibat bentrok dua massa pendukung kandidat pimpinan kepala daerah itu.
Dilaporkan bahwa massa dua pasangan, yakni Ilham Arief Sirajuddin-Azis Qahhar Muzakkar (IA) dan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu`mang (Sayang) terlibat bentrok.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian Jalan Dr Sam Ratulangi, Kamis, bentrokan terjadi sekitar pukul 17.05 dimana massa kedua pasangang berhadap-hadapan sebelum keduanya bertahan di posko tim pemenangan masing-masing.
Posko pemenangan tim pemenangan IA yang terletak di Jalan Batu Putih hanya berjarak sekitar 500 meter dengan Kantor DPD II Golkar Makassar serta tim pemenangan Sayang di Jalan Haji Bau Makassar.
Posisi tim pemenangan yang berdekatan itu membuat ratusan polisi dari Satuan Briigade Mobile (Brimob) dan Pengendali Massa (Dalmas) Direktorat Samapta Polrestabes Makassar dan Polda Sulselbar berjaga-jaga.
Bukan cuma di kedua posko dan kantor DPD II Golkar Makassar, polisi juga sempat melakukan penutupan jalan Ratulangi yang menjadi pemisah kedua tim tersebut.
Informasi yang beredar jika di kedua belah pihak terdapat korban luka baik yang disebabkan oleh anak panah dan juga papporo (senjata tradisional). Dari informasi itu, empat orang relawan Sayang menjadi korban, sedangkan dari tim IA sebanyak tiga orang menjadi korban.
Untuk korban dari kubu paslon IA yang dinyatakan kalah oleh KPU Sulsel itu, ketiganya langsung dilarikan ke rumah sakit dengan menggunakan mobil untuk mendapatkan perawatan.
Sedangkan untuk korban luka dari pasangan Sayang ada yang dirawat di posko tim pemenangan dan yang luka berat juga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Basri salah satu relawan IA menyatakan jika dirinya tidak mengetahui secara pasti kenapa terjadi bentrokan karena dirinya sedang berada di dalam posko Batu Putih Syndicate. Dirinya hanya mengetahui ada rekannya yang lari masuk ke dalam posko dengan anak panah yang tertancap disekitar perut.
"Saya tidak tahu persis karena saya berada dalam posko pemenangan meladeni teman-teman wartawan untuk wawancara dan seketika itu ada anggota kami yang lari masuk dengan kondisi terluka," ujarnya.
(T.KR-MH/I014)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
