
Anggaran BPBD Sulbar Rp10,4 Miliar

Mamuju (ANTARA News) - Pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Barat, menyampaikan, pihaknya telah mendapatkan alokasi anggaran dari APBD Tahun Anggaran 2013 senilai Rp10,4 miliar.
"Tahun ini pemerintah provinsi telah menggelontorkan anggaran untuk BPBD melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Dana itu sudah termasuk menutupi biaya belanja pegawai dan belanja langsung," kata Kepala BPBD Sulbar, Darno Madjid di Mamuju, Kamis.
Menurut dia, dukungan anggaran ini sebetulnya masih sangat minim jika melihat kondisi bencana yang terjadi pada awal tahun ini.
"Pada awal tahun ini daerah Sulbar dilanda bencana besar diantaranya bencana banjir di Tarailu, bencana abrasi pantai, bencana angin puting beliung dan termasuk bencana banjir bandang Mamasa," kata dia.
Karena itu, katanya, dukungan anggaran yang tersedia akan dimanfaatkan secara maksimal sesuai dengan program yang telah ada.
Darno menyampaikan, dukungan APBD yang masih minim itu tentu belum bisa diharapkan untuk mengatasi persoalan bencana di daerah.
Sehingga, kata dia, pihaknya mengajukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan pasca bencana.
"Kami telah menyiapkan proposal untuk permintaan dana ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membiayai kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sulbar. Nilai usulan dana itu berkisar Rp149,59 miliar," ujarnya.
Ia menuturkan, bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Sulbar sejak 2010, 2011, dan 2012 dan awal 2013 mengakibatkan kerusakan sarana dan prasana umum dan belum bisa tertangani secara tuntas.
"Hanya sebagian kecil yang telah tertangani dan masih perlu dilakukan perbaikan sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana alam," kata dia.
Secara rinci, kata dia, Sulbar akan meminta bantuan dana rehabilitasi dan rekonstruksi Jalan dan Jembatan sebesar Rp 102,33 miliar,kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi sumber daya air senilai Rp 44,05 miliar.
Kemudian kata dia, kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pertambangan dan energi Rp1,50 miliar dan rehabilitasi dan rekonstruksi gedung sebesar Rp1,70 miliar.
"Dukungan anggaran pemerintah pusat ini sangat kami harapkan dalam rangka melakukan perbaikan pascabencana yang melanda daerah ini," katanya. (T.KR-ACO/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
