Logo Header Antaranews Makassar

Donatur Asing di Sulsel Tidak Terbuka

Senin, 15 Juni 2009 07:42 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Lembaga-lembaga donatur asing di Sulawesi Selatan hingga saat ini belum terbuka terhadap pemerintah Provinsi Sulsel terkait dengan program-program bantuan yang akan dilaksanakan di daerah ini.

"Sampai sekarang, pendonor asing yang jumlahnya mencapai 30 lembaga yang bergerak di berbagai sektor kegiatan masuk ke Sulsel, masih banyak yang menutupi kegiatannya, padahal keterbukaan ini penting agar masyarakat mengetahui kontribusi yang disumbangkan donatur asing tersebut," kata Kepala Bappeda Sulsel, Ir H. Tan Malaka Guntur, Msi di Makassar, Senin.

Dana donatur asing yang masuk di provinsi ini setiap tahun cukup besar, katanya, tetapi tidak diketahui oleh pemerintah provinsi Sulsel dan kabupaten/kota, termasuk kegiatan fisik maupun non fisik yang dibangun tidak diketahui berapa anggarannya dan apa dampaknya kepada masyarakat Sulsel.

"Itu yang terjadi selama ini sehingga banyak program pembangunan donatur asing yang tidak diketahui pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, padahal yang dilakukannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah ini," katanya seraya berharap lembaga-lembaga donor dari berbagai negara seharusnya membuka diri bagi kelancaran program pembangunannya di Sulsel.

Menurut Tan Malaka, pendonor asing yang memiliki keterbukaan dengan pemerintah setempat selama ini hanya UNICEF, lembaga dunia yang bergerak di sektor pendidikan dan kesehatan anak yang telah banyak memberi kontribusinya di bidang itu yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil dan menengah.

"Program UNICEF sudah jelas dan manfaatnya dirasakan banyak orang, kegiatannya dilaporkan setiap saat, termasuk anggaran yang diinvestasikan di provinsi ini," ujarnya dan menyatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengumpulkan para pendonor asing untuk saling memberi masukan dengan pemerintah provinsi Sulsel, khususnya menyangkut perlunya 'keterbukaan' informasi kegiatan yang dilaksanakan di Sulsel.

(T.PSO-099/F003)