
Sail Komodo Dorong Percepatan Pembangunan Pariwisata NTT

Selain itu, Sail Komodo 2013 akan menjadi jembatan emas untuk menuntun Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi wisata utama dunia pada 2015, kata Gubernur Frans Lebu Raya, di Kupang, Kamis menjawab pertanyaan seputar harapan pemerintah dari kegiatan Sail Komodo 2013.
"Bentuk konkrit dari pelaksanaan Sail Komodo adalah, melakukan promosi melalui para peserta lomba layar yang berasal dari berbagai belahan dunia yang akan mengelilingi pulau-pulau di NTT menggunakan perahu layar pada akhir Juli 2013," katanya.
Para peserta lomba perahu layar ini, kata dia, akan melihat secara langsung keindahan alam serta potensi yang dimiliki daerah itu untuk disampaikan kepada keluarga dan sahabat yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
"Jadi Sail Komodo ini bertujuan untuk mempromosikan NTT menjadi destinasi utama dunia, serta pengembangan potensi dan peningkatan kunjungan wisatawan ke NTT," kata Lebu Raya yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur NTT periode pertama pada 16 Juli 2013 atau sebelum pelaksanaan Sail Komodo 2013 itu.
Mengenai manfaat, dia mengatakan manfaat yantg diharapkan mempersiapkan NTT sebagai destinasi dunia, melestarikan potensi alam dan budaya warisan dunia di NTT serta mempercepat pembangunan yang dapat membuka peluang usaha dan memberdayakan ekonomi masyarakat.
Rute pelayaran
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Abraham Klakik secara terpisah menjelaskan, para peserta "Sail Komodo" 2013 akan dibagi dalam dua rute pelayaran yakni rute utara yang meliputi Pulau Rote Ndao, Sabu Raijua, Pulau Sumba dan rute selatan yang meliputi antara lain Alor, Lembata dan seluruh kabupaten di pulau Flores.
Karena itu, panitia membagi dua rute pelayaran agar semua daerah mendapat kesempatan untuk disinggahi para peserta "Sail Komodo" dari berbagai negara itu.
"Peserta "Sail Komodo" akan berangkat dari Darwin pada 28 Juli dan tiba di Kupang pada 1-5 Agustus 2013. Saat berada di Kupang, peserta akan dibagi dua rute," katanya
Semua peserta kata dia, dijadwalkan akan bertemu di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada 13-16 September untuk melihat dari dekat biawak raksasa Komodo, menghuni Taman Nasional Komodo (TNK). (Editor : I.K. Sutika)
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
