Logo Header Antaranews Makassar

Vala Mestika Berjanji Bangun PLTA Ramah Lingkungan

Kamis, 21 Maret 2013 20:22 WIB
Image Print

Mamuju (Antara News) - PT Vala Mestika Indonesia berjanji akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkekuatan 400 megawatt di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, dengan konsep ramah lingkungan.

"Kami akan melakukan pendekatan kepada masyarakat yang bermukim di wilayah areal rencana pembangunan PLTA. Pastinya, konsep pembangunan ini tidak akan banyak menimbulkan dampak terjadinya kerusakan lingkungan," kata Manager PT Vala Mestika Indonesia Trisna Putra Jaya di Mamuju, Kamis.

Menurutnya, saat ini tim sedang menyusun kerangka acuan analisis dampak lingkungan (Andal) untuk membangun dua titik pembangunan PLTA.

"Kami berencana membangun PLTA di dua lokasi, yakni di Sepang yang disebut PLTA Karama Sepang dan di Bone yang disebut PLTA Karama Bone," katanya.

Ia menyampaikan, pembangunan PLTA Karama Sepang akan menghasilkan listrik sampai 250 megawatt dan PLTA Karama Bone menghasilkan listrik berkekuatan 150 megawatt, sehingga PLTA yang dibangun di Kecamatan Kalumpang itu secara keseluruhan berkekuatan 400 megawatt.

Trisna menjelaskan PLTA Kecamatan Kalumpang memanfaatkan sumber energi dari dari sungai Karama yang merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Mamuju sebagai sumber pembangkitnya dan tidak akan menimbulkan dampak lingkungan.

"Kami sebagai pengusaha tidak akan keluar dari koridor izin yang diberikan pemerintah di Mamuju, dengan tidak menimbulkan dampak lingkungan dari pembangunan PLTA ini seperti membuat sebuah daerah tenggelam, atau membuat pemukiman penduduk harus direlokasi, intinya kami akan memperhatikan aspek lingkungan dan akan ramah lingkungan," ungkanya.

Ia menyebut pembangunan PLTA itu menelan anggaran cukup besar karena setiap satu megawatt listrik yang dihasilkan dari pembangunan PLTA tersebut, akan menelan anggaran 6-10 juta dolar AS.

"Pengelolaan PLTA di Mamuju bukan hal yang pertama kami lakukan. Namun, Vala Mestika juga sudah berhasil membangun PLTA Asahan I dengan kapasitas 1.800 megawatt di Sumatera Utara"ungkapnya.

Tresna menambahkan, semua kelengkapan dokumen perizinan akan dipercepat termasuk izin pinjam pakai hutan di Kementerian Kehutanan dan beberapa bentuk perzinan lainnya.

"Kami prediksi antara dua hingga tiga tahun baru dapat memulai setelah proses perizinan sudah terpenuhi," pungkasnya.

Editor : Biqwanto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026