Logo Header Antaranews Makassar

Maret 2013 Inflasi Sulsel 0,26 Persen

Senin, 1 April 2013 19:12 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Perubahan harga berbagai komoditas di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) secara umum mengakibatkan inflasi sebesar 0,26 persen atau perubahan indeks dari 138,65 pada Februari 2013 naik menjadi 139,01 pada Maret 2013.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel Nursam Salam di Makassar, Senin mengatakan, laju inflasi tahun kalender (Januari-Maret 2013) sebesar 2,11 persen dan laju inflasi "year on year" dari Maret 2013 terhadap Maret 2012 sebesar 4,61 persen.

Inflasi dipicu oleh naiknya harga-harga komoditas yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,64 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,32 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,11 persen, kelompok sandang sebesar 0,03 persen, kelompok kesehatan 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,02 persen.

Perkembangan harga konsumen di Kota Makassar, mengalami inflasi 0,25 persen disebabkan oleh kenaikan indeks enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan 0,62 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,29 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, kelompok sandang sebesar 0,11 persen, kelompok kesehatan 0,01 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen. Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar tidak mengalami perubahan indeks.

Komponen inti Kota Makassar, pada Maret 2013 mengalami inflasi 0,17 persen tahun kalender Maret 2013 terhadap Desember 2012 sebesar 0,72 persen dan laju inflasi komponen inti " year on year" sebesar 4,26 persen.

Dari 66 kota IHK (Indeks Harga Konsumen) tercatat 58 kota mengalami inflasi, sedangkan delapan kota lainnya deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 1,73 persen dengan IHK 156,31 dan terendah di Kota Pekan Baru 0,04 persen dengan IHK 137,18.

Deflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 2,63 persen dengan IHK133,82 dan terendah di Dumai sebesar 0,01 persen IHK 140,61.

Editor : Subagyo



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026