
Pilkades Tanambuah Diwarnai Kecurangan

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Pesta demokrasi pemilihan kepala desa (Pilkades) Tanambua, Kecamatan Sampaga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, diwarnai aksi kecurangan yang diduga dilakukan oleh oknum calon kepala desa setempat.
Hal ini disampaikan langsung, Muh. Nasrullah yang juga salah satu calon kepala desa Tanambua kepada sejumlah wartawan di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, kecurangan Pilkades Tanambua ini bermula diketahui setelah ada lima warga dari Desa Kalonding ikut mencoblos pada Pilkades Tanambua yang digelar 3 April 2013.
"Lima warga desa tetangga ini telah mengakui dan telah membuat surat pernyataan bermaterai bahwa telah ikut mencoblos pada Pilkades Tanambua. Kelima warga itu mengakui diarahkan oleh oknum calon kades tertentu," kata Muh. Nasrullah.
Dia menyampaikan lima warga Kalonding yang ikut mencoblos dalam Pilkades Tanambuah ini masing-masing , Sukardi, Hasnur, Hj.Ruki, Muhayyang dan Sartono.
"Kelima orang ini bersedia bersaksi jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Makanya, kami minta agar dilakukan Pilkades ulang," tegasnya.
Persoalan lain yang muncul dari proses tahapan Pilkades Tanambuah kata dia, terkait banyaknya warga yang tidak masuk dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang jumlahnya mencapai 443 orang.
Nasrullah menyampaikan, hasil perolehan suara dari empat kandidat yang bertarung pada Pilkades masing-masing didapatkan nomor urut satu, Salama meraup 122 suara, nomor urut dua Abdul Rahim sebanyak 51 suara, nomor urut tiga, Muh.Nasrullah sebanyak 120 suara dan Maman Usman sebanyak 64 suara.
"Kami tidak mengetahui siapa oknum calon Pilkades yang sengaja mengerahkan warga desa tetangga untuk mencoblos. Makanya, persoalan ini diharapkan ditindaklanjuti untuk dilakukan proses pemilihan ulang," terangnya.
Sebab, kata dia, jika kecurangan ini dibiarkan berlarut-larut maka jelas berpotensi terjadinya konflik sosial ditengah masyarakat.
Ia menyampaikan, persoalan ini telah dilaporkan ke aparat kepolisian setempat termasuk mengadukan kepeda pemerintah kecamatan maupun kabupaten Mamuju.
Nasrullah menambahkan, dirinya tidak mempersoalkan jika kalah dalam bertarung pada Pilkades sepanjang tidak ada kecurangan didalamnnya.
"Menang atau kalah dalam pertandingan sesuatu yang wajar. Namun, kami menghendaki terciptanya peta demokrasi yang jujur dan adil tanpa ada kecurangan untuk meraih kekuasaan," katanya.
Editor : Agus Setiawan
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
