Logo Header Antaranews Makassar

Helmy : "Sang Kiai" akan jadi film terbaik sepanjang 2013

Selasa, 21 Mei 2013 10:48 WIB
Image Print
Ketua Yayasan Khadijah, Khofifah Indar Parawansa (kanan) memberikan cinderamata pada aktor Ikranegara (tengah) didamping Agus Kuncoro (kiri) disela-sela diskusi bedah Film 'Sang Kiai' di Yayasan Pendidikan Khadijah Surabaya, Jatim, Sabtu (18/5). ANTA
"Belajar meletakkan niat yang tulus dalam segala aspek kehidupan menjadi kata kunci, Tulus dan Ikhlas dalam medan perjuangan," katanya.

Jakarta, (ANTARA Sulsel) - Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmy Faishal Zaini, mengatakan tampaknya film nasional yang akan menjadi film terbaik dalam kurun tahun 2013 ini akan direbut oleh film kolosal "Sang Kiai".

"Film karya sutradara Rako Priyanto ini berhasil menguak peran strategis Nahdlatul Ulama dalam sejarah penting merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI," kata Helmy dalam blog-nya www.kanghelmy.com yang di-posting, Selasa (21/5).

Sosok utama Hadratusysyekh Hasyim Asyari, secara matang dimainkan, nyaris sempurna, oleh aktor pemain watak Ikranegara.

"Pengalaman aktingnya yang teruji dalam film Kejar Daku Kau Kutangkap bersama Deddy Mizwar, membuat Ikranegara berhasil main cantik bersama aktris kawakan Christine Hakim, yang berperan sebagai Nyai Kapu," kata Ketua DPP PKB ini.

Nobar perdana film Sang Kiai yang dibuka oleh produser Sunil Gupe T Sumtani (RAPI Film) dihadiri langsung Presiden SbY dan tokoh-tokoh NU seperti KH Sholahuddin Wahid, dr. Umar Wahid, KH Said Aqil Siroj, Muhaimin Iskandar ini berlangsung khidmat.

"Terutama setelah Presiden SBY dalam kesannya menyampaikan terharu dan sampai menitikkan air mata dengan kegigihan sosok KH Hasyim Asyari, selain sebagai ulama, juga sosok negarawan yang cermat menempatkan diri dalam situasi yang sangat sulit," kata alumnus Universitas Darul Ulum Jombang ini.

Menonton film ini, ujar Helmy, seperti mengisi kembali spiritualitas kita yang semakin tergerus akibat tren global dan situasi yang sangat dinamis.

"Belajar meletakkan niat yang tulus dalam segala aspek kehidupan menjadi kata kunci, Tulus dan Ikhlas dalam medan perjuangan," katanya.

Dalam film ini juga dijelaskan peran-peran penting KH Wahid Hasyim (diperankan oleh Agus Kuncoro) KH Wahab Hasbullah, Bung Tomo dan beberapa tokoh kunci.

"Dengan setting kota tua Jombang, Surabaya, Jakarta yang apik ditambah dengan roman Harun (Adipat Dolken) dan Sari (Meriza Febriani) menjadikan film ini lenak dan nyaman ditonton. Jika melewatkan film ini, sama halnya dengan kehilangan 10 tahun pengalaman melihat masa lalu yang menjadi masa depan kita," katanya.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026