
Rakerwil Kopertis IX Bahas Perluasan Pendidikan Tinggi

"Karena pembahasannya menyangkut teknis kebijakan dan banyak hal penting lainnya, maka pimpinan PTS diharapkan hadir langsung sebagai peserta dan tidak mewakilkan," tegasnya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Rapat Kerja Wilayah Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) IX yang diikuti 352 pimpinan PTS di seluruh wilayah Sulawesi membahas tentang perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
"Pada Rakerwil IX kali ini banyak membahas mengenai perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat agar akses pendidikannya itu bisa dinikmati semua kalangan masyarakat tanpa ada kesan eksklusif," ujar Sekretaris Pelaksana Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Dr H Ibrahim Saman, MM di Makassar, Kamis.
Rakerwil yang digelar di Hotel Clarion Makassar itu mengusung tema "Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi dalam Rangka Perluasan Akses Pendidikan".
Dalam rakerwil itu, para peserta juga akan membahas Undang Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 160/E/AK/2013 perihal Ijin Penyelenggaraan dan Akreditasi Program Studi.
Rakerwil juga akan membahas Pembelajaran Jarak Jauh dan Pembelajaran di Luar domisili, sebagaimana tertuang dalam Permendikbud Nomor 24 Tahun 2012 tentang penyelenggaraan pendidikan jarak jauh pada perguruan tinggi.
Hal itu juga diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan (Permendiknas) Nomor 20 Tahun 2011 tentang penyelenggaraan program studi di luar domisili perguruan tinggi, tandas doktor administrasi publik PPs Universitas Negeri Makassar ini.
Kedua peraturan menteri tersebut merupakan peluang sekaligus tantangan bagi PTS dan PTN, karena mereka boleh membuka Pembelajaran Jarak Jauh atau Pembelajaran Di Luar domisili asalkan mampu memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.
"Dibolehkannya perguruan tinggi menyelenggarakan program studi di luar domisili dan atau menyelenggarakan pendidikan jarak jauh tersebut terutama untuk memperluas akses pendidikan dan pemerataan akses terhadap pendidikan yang bermutu dan relevan sesuai kebutuhan," katanya.
Nara sumber selama Rakerwil yakni Direktur Direktorat Pembejalaran dan Kemahasiswaan Dr Illah Sailah, Direktur Direktorat P2M Prof Agus Subekti, Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Prof Supriadi Rustad, dan Ketua BAN-PT Prof Mansyur Ramly.
"Karena pembahasannya menyangkut teknis kebijakan dan banyak hal penting lainnya, maka pimpinan PTS diharapkan hadir langsung sebagai peserta dan tidak mewakilkan," tegasnya. T Susilo
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
