
Gubernur Minta Warga Poso tidak Mudah Terhasut

"Mari kita jaga keamanan Poso bersama-sama," kata Longki di Palu, Selasa.
Palu (ANTARA Sulsel) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta warga Poso tidak mudah terhasut untuk bertindak melanggar hukum setelah penembakan terduga teroris di kabupaten itu, Senin petang.
"Mari kita jaga keamanan Poso bersama-sama," kata Longki di Palu, Selasa.
Dia juga telah meminta kepada Kepala Polda Sulawesi Tengah dan Komandan Korem 132/Tadulako untuk bersatu padu mengamankan kabupaten yang berjarak 220 kilometer dari Kota Palu itu.
"Saya juga meminta aparat kemanan bertindak sesuai koridor hukum saat menjalankan tugasnya," kata dia.
Longki berharap situasi di Kabupaten Poso tetap kondusif meski sebelumnya terjadi insiden penembakan terduga teroris, serta massa mengepung Mapolres Poso.
Massa juga sempat memblokade jalan dengan kayu dan tempat sampah serta membakar ban bekas di tengah jalan.
Sepekan sebelumnya aksi bom bunuh diri juga terjadi di Mapolres Poso yang menewaskan pelaku sendiri.
Sementara itu, terduga teroris tertembak mati itu bernama Nudin alias Bondan. Korban selama ini diduga terlibat serangkaian kasus terorisme di Kabupaten Poso.
Pelaku diduga melakukan aksi perampokan bersama Abu Roban di Jawa Tengah dan menerima hasil kejahatan itu untuk mendanai kegiatan kejahatan.
Dia selama ini juga diduga sebagai penyuplai logistik dan kebutuhan lainnya terhadap kelompok Santoso di Poso, serta kelompok Asmar dan Roy di Bima.
Sementara itu barang bukti yang disita dalam kejadian itu adalah pistol berikut enam butir peluru. "Hingga saat ini aparat masih menjaga ketat sejumlah daerah di Poso," katanya. E.K. Sinoel
Pewarta : Riski Maruto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
