Logo Header Antaranews Makassar

Harga beras premium masih bergerak naik di Kota Makassar

Selasa, 9 Mei 2023 16:21 WIB
Image Print
Salah seorang pedagang beras Ariani di Pasar Terong, Makassar, Selasa (9/5/2023). Antara/ Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Harga beras premium di Makassar masih terus bergerak naik setelah hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah dari harga Rp12.950 per Kg menjadi Rp13.000 per Kg akibat cuaca yang sering hujan.

"Harga beras ini sejak awal tahun 2023 terus naik, memasuki Ramadan dan jelang Idul Fitri naik, hingga sekarang naik lagi," kata salah seorang pedagang beras Ariani di Pasar Terong, Makassar, Selasa.

Dia mengatakan, kenaikan harga beras ini sedikit banyaknya dipengaruhi kondisi perubahan cuaca yang cenderung lebih banyak hujan.

Akibatnya, pasokan beras dari sejumlah sentra produksi di Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Sidrap, Bone, Pangkep dan Maros berkurang.

Kenaikan harga beras juga diikuti dengan kenaikan harga kebutuhan konsumsi rumah tangga lainnya seperti bawang putih yang semula harganya Rp32.850 per kg naik menjadi Rp32.900 per kg.

Telur ayam ras yang rata-rata dijual Rp29.500 per kg naik menjadi Rp29.600 per kg, karena dipicu harga BBM dan pakan yang selalu berfluktuasi.

Menyikapi masih tingginya harga beras di pasaran, Wali Kota Makassar H Ramdhan Pomanto mengatakan, Kota Makassar yang bukan sentra produksi beras, tentu sangat tergantung dari suplai beras dari daerah.

Sementara tidak dapat dipungkiri di lapangan, pedagang beras di Sulsel sebagian lebih cenderung memasarkan beras dari daerah ini ke Kalimantan dan daerah lainnya karena selisih harga yang lebih menguntungkan.

"Meski begitu, Bulog setempat akan terus melakukan pantauan di lapangan, jika harga bergejolak tentu akan dilakukan Operasi Pasar (OP) bersama instansi terkait," jelasnya.

Salah seorang pedagang telur di Pasar Terong, Makassar, Selasa (9/5/2023). Antara/ Suriani Mappong



Pewarta :
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026