Logo Header Antaranews Makassar

IMA Makassar Perkenalkan Marketing Militansi

Sabtu, 6 Juli 2013 15:44 WIB
Image Print
"Kami ingin mencoba spirit ini ke dunia marketing. Sebenarnya ini bukan barang baru tetapi memodifikasi yang ada. Militan itu kan tangguh dan kokoh dalam menghadapi kesulitan. Semangat untuk berjuang. Bagaimana ini diterapkan di marketing," katanya.

Makassar (ANTARA Sulsel) - Indonesia Marketing Association (IMA) Cabang Sulawesi Selatan memperkenalkan konsep marketing militansi yang ditemukan oleh Direktur Utama Klinik Bisnis Berkarakter, Ir Mursalim DM.

Pengenalan konsep pemasaran tersebut dirangkaikan dalam media dan marketing gathering, serta prosesi "kick off" Workhsop Marketing Militansi, yang diselenggarakan oleh PT ABECEDA Pelangi bekerjasama dengan IMA Cabang Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu.

Acara tersebut menampilkan Ir Mursalim DM, Executive Vice President IMA Sulsel, AM Yusvan Paris SH SE MM MBA yang juga Kepala Kampus LP3I Makassar dengan dipandu General Secretary IMA Sulsel, Ir Syarifuddin Arief MM.

Dalam penjelasannya tentang konsep marketing militansi, Mursalim mengatakan militan itu selama ini identik dengan perjuangan, identik dengan militer dan di Timur Tengah identik dengan mujahid.

"Kami ingin mencoba spirit ini ke dunia marketing. Sebenarnya ini bukan barang baru tetapi memodifikasi yang ada. Militan itu kan tangguh dan kokoh dalam menghadapi kesulitan. Semangat untuk berjuang. Bagaimana ini diterapkan di marketing," katanya.

Mursalim mengatakan selama ini definisi marketing adalah proses atau tahapan-tahapan dalam menjembatani produsen dan konsumen.

"Jadi selama ini marketing masih sebatas sebagai ilmu belum masuk alam bawah sadar sehingga dianggap berat. Kalau sudah masuk alam bawah sadar marketing akan seperti orang naik sepeda motor, dia secara otomatis akan mengerjakan masuk gigi berapa dan sebagainya," katanya.

Menurut Mursalim selama ini pekerjaan marketing masih menempati "low level" di kalangan masyarakat, mereka lebih memilih profesi insinyur, dokter atau profesor.

"Padahal profesi-profesi tersebut ujung-ujungnya adalah marketing. Siapa yang memasarkan produk-produk mereka kalau bukan marketing," katanya.

Karena itu melalui workshop yang dimulai pada 31 Agustus di Hotel Swiss Bell, pihaknya ingin memberikan tip-tips bagaimana bagaimana bisa "close" berjualan dalam waktu lima menit.

Mursalim sendiri bukan orang baru dalam dunia marketing. Alumni IPB ini telah memimpin marketing team PT Trakindo Cabang Pekanbaru selama enam tahun hingga berhasil menjadi "the best in marketing validation programme for all Indonesian marketer".

Setelah mundur dari Trakindo dia kemudian mendirikan PT Karya Empat Lestari, yang menjadi "market leader" di industri pembangkit tenaga listrik di wilayah Sumatra. Kemudian mendirikan PT Kelmedia Konstruksi Indonesia, PT ABECEDA Pelangi Indonesia dan PT Agro Power Indonesia.

Sementara itu AM Yusvan Paris mengatakan IMA Cabang Sulsel sudah membentuk perwakilan di kampus-kampus, IMA Kampus Unhas yang memelopori justru mahasiswa kedokteran sehingga yang banyak bergerak justru mahasiswa eksakta.

"Marketing itu tidak asing bagi kita. Mulai bangun tidur hingga tidur kembali, mulai ujung rambut hingga ujung kaki selalu berurusan dengan marketing," katanya.

Dia berharap kehadiran klinik bisnis tersebut bisa menjadi tempat konsultasi bagi para pengusaha yang mengalami kesulitan bisnis atau stagnasi juga bisa menjadi tempat bagi para profesional untuk belajar martketing. N Sunarto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026