
Mendagri : Gubernur Agar Bangun Sinergisitas

"Semua perbedaan politik sudah berakhir, saatnya membangun kebersamaan untuk menata masa depan masyarakat di daerah ini," kata Gamawan Fauzi saat memberikan sambutan pada acara pelantikan GUbernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2013-2
Kupang (ANTARA Sulsel) - Menteri Dalam Negeri RI Gamawan Fauzi meminta gubernur Nusa Tenggara Timur membangun kerja sama dan sinergisitas dengan semua komponen masyarakat di daerah itu untuk kepentingan kesejahteraan masyarakatnya.
"Semua perbedaan politik sudah berakhir, saatnya membangun kebersamaan untuk menata masa depan masyarakat di daerah ini," kata Gamawan Fauzi saat memberikan sambutan pada acara pelantikan GUbernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2013-2018 Frans Lebu Raya-Beny Litelnoni di Kupang, Selasa.
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya-Beny Litelnoni yang diusung PDI Perjuangan tersebut dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 83 Tahun 2013 tanggal 11 Juli 2013.
Menurut Gamawan, perbedaan politik yang sudah terjadi saat pelaksanaan pemilihan gubernur adalah merupakan perjalanan demokrasi yang harus dijadikan sebagai sarana pembelajaran politik masyarakat yang baik.
Pelaksanaan pemilihan gubernur di Nusa Tenggara Timur yang dilaksanakan dua putaran dan berlangsung aman dan lancar itu, telah memberikan makna semakin dewasa dan cerdasnya warga di provinsi kepulauan itu dalam mengimplementasikan hak politiknya untuk mencari pemimpinnya.
"Diharap pengalaman ini bisa ditiru oleh daerah lain dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah juga dalam pelaksanaan pemilihan presiden dan legislatif mendatang," katanya.
Dia mengatakan, Nusa Tenggara Timur yang terdiri dari 1.192 pulau dan berada di batas dua negara Timor Leste dan Australia, akan menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi gubernur dan wakil gubernur dalam menggerakan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakatnya.
"Apalagi secara nasional data kemiskinan di daerah ini masih tinggi berada pada level 20 persen," katanya.
Hal ini butuh kerja keras dan kerja sama yang sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga dengan pemerintah kabupaten/kota yang ada, termasuk dengan sejumlah komponen masyarakat lainnya.
"Ini penting karena akan membawa dampak baik untuk kesejahteraan rakyat," katanya.
Dia mengatakan, sejumlah program yang telah dilakukan sebelumnya termasuk program 'Anggur Merah' agar tetap dilaksanakan dengan melakukan sejumlah evaluasi, agar bisa lebih mensejahterakan masyarakat.
Gamawan juga memberikan apresiasi kepada Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur periode 2008-2013 Esthon Foenay yang telah melaksanakan tugas sebagai pemimpin di daerah ini.
"Saya memberikan beliau apresiasi, karena hingga kemarin masih melaksanakan tugas sebagai Wakil Gubernur untuk masyarakat NTT," kata Gamawan.
Menurut Gamawan, Esthon Foenay harus dijadikan teladan sebagai seorang tokoh Nusa Tenggara Timur yang memiliki kebesaran jiwa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya termasuk dalam pelaksanaan politik pemilihan gubernur NTT yang lalu.
Hadir dalam pelantikan itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Cahyo Kumolo, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Theo Sambuaga, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI Setya Novanto, Pangdam IX Udayana, anggota DPR RI asal NTT, Anggota DPD RI asal NTT, seluruh bupati/wali kota se-NTT dan masyarakat tokoh agama dan tokoh masyarakat di provinsi kepulauan itu. E.S. Syafei
Pewarta : Yohanes Adrianus
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
